Update Gempa M 6,7 Sulteng: 466 Gempa Susulan, RS Evakuasi Pasien dan Sekolah Belajar Daring
Gempa M 6,7 guncang Sulteng, 466 susulan tercatat, warga waspada, sekolah daring, rumah sakit evakuasi pasien.
Editor:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
- Gempa M 6,7 mengguncang Sulawesi Tengah, Selasa (16/6), memicu 466 susulan hingga Rabu (17/6). Kerusakan terjadi di Palu, Sigi, dan Parigi Moutong.
- Disdik Sulteng imbau siswa belajar daring, sementara rumah sakit evakuasi pasien ke tenda darurat.
- BMKG minta warga tetap waspada dan ikuti info resmi
TRIBUNNEWS.COM - Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang Provinsi Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) meninggalkan dampak luas di sejumlah daerah.
Selain menyebabkan kerusakan bangunan dan korban luka-luka, aktivitas gempa susulan yang masih terus berlangsung hingga Rabu (17/6/2026) membuat warga tetap berada dalam kondisi waspada.
Sejumlah wilayah terdampak di antaranya Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Kerusakan dilaporkan terjadi pada rumah warga, fasilitas pendidikan, layanan publik, hingga infrastruktur di beberapa daerah.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa utama terjadi pada pukul 11.27 WITA dengan episentrum sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu pada kedalaman 10 kilometer.
BMKG Catat 466 Gempa Susulan
Sehari setelah gempa utama terjadi, aktivitas gempa susulan masih terus terdeteksi.
BMKG mencatat hingga Rabu (17/6/2026) pukul 08.30 WITA telah terjadi sebanyak 466 gempa susulan. Dari jumlah tersebut, sedikitnya 25 gempa dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayah terdampak.
Sebelumnya, hingga pukul 04.30 WITA jumlah gempa susulan tercatat sebanyak 419 kali, termasuk satu gempa berkekuatan magnitudo 5,2 yang sempat dirasakan warga.
BMKG menjelaskan aktivitas seismik yang masih berlangsung berkaitan dengan pergerakan Sesar Sausu yang hingga kini masih aktif dan sedang mengalami proses penyesuaian setelah pelepasan energi gempa utama.
Baca juga: 5 Populer Regional: Gempa M 6,7 Guncang Palu - Profil Agus Triyanta Wakil Dekan FH UII Ikut Demo
Dipicu Aktivitas Sesar Sausu
Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa M 6,7 tersebut merupakan gempa tektonik yang tergolong sebagai gempa kerak dangkal atau shallow crustal earthquake.
Gempa dipicu oleh mekanisme sesar normal yang menunjukkan adanya gaya regangan pada kerak bumi sehingga satu blok batuan bergerak turun relatif terhadap blok lainnya.
Kedalaman gempa yang hanya sekitar 10 kilometer membuat guncangan terasa kuat di permukaan.
BMKG memperkirakan intensitas gempa mencapai VIII MMI di wilayah yang berada dekat dengan sumber gempa. Intensitas tersebut berpotensi menimbulkan kerusakan pada bangunan yang tidak dirancang tahan gempa.
Hasil analisis mekanisme sumber juga menunjukkan bahwa gempa sepenuhnya dipicu aktivitas tektonik.
Menariknya, meski selama ini Sesar Sausu lebih dikenal sebagai sesar geser, penelitian terbaru menunjukkan adanya karakteristik sesar normal yang aktif pada segmen tertentu.
Sesar Sausu memiliki panjang sekitar 31 kilometer dan lebar 18 kilometer. Lokasi gempa juga berada tidak jauh dari Zona Palolo Graben, kawasan regangan kerak bumi yang mendukung terbentuknya sistem sesar normal di Sulawesi Tengah.