Pagi atau Malam, Kapan Sebaiknya Mengonsumsi Vitamin D?
Para ahli menyebut tidak ada waktu khusus yang paling ideal untuk mengonsumsi vitamin D.
Editor:
Tiara Shelavie
Yang paling penting adalah mengonsumsinya secara konsisten setiap hari.
Sebagian orang lebih mudah mengingat suplemen di pagi hari sebelum aktivitas dimulai, sementara yang lain memilih mengonsumsinya saat makan malam atau menjelang tidur. Waktu terbaik adalah waktu yang paling memungkinkan Anda untuk tidak lupa mengonsumsinya.
Faktor yang Perlu Dipertimbangkan Saat Mengonsumsi Vitamin D
1. Kondisi Kesehatan Dapat Memengaruhi Kebutuhan Vitamin D
Beberapa kondisi kesehatan dapat memengaruhi kadar vitamin D dalam tubuh, seperti:
- Osteoporosis dan osteopenia.
- Penyakit ginjal.
- Penyakit hati.
- Gangguan saluran pencernaan tertentu.
Beberapa penelitian juga mengaitkan kadar vitamin D yang rendah dengan depresi dan sejumlah penyakit neurologis.
Orang yang mengalami gangguan penyerapan nutrisi, seperti penyakit radang usus atau pasien pascaoperasi bypass lambung, disarankan berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan dosis dan waktu konsumsi yang tepat.
2. Rutinitas Harian Berpengaruh pada Waktu Konsumsi
Karena manfaat vitamin D hanya dapat diperoleh jika dikonsumsi secara rutin, para ahli menyarankan metode habit stacking, yaitu mengaitkan konsumsi suplemen dengan kebiasaan yang sudah dilakukan setiap hari.
Misalnya, jika Anda selalu menyikat gigi setelah sarapan, letakkan suplemen vitamin D di dekat sikat gigi sebagai pengingat.
3. Sebaiknya Dikonsumsi Bersama Makanan
Karena vitamin D merupakan vitamin yang larut dalam lemak, penyerapannya akan lebih optimal jika dikonsumsi bersama makanan yang mengandung lemak sehat.
Contohnya:
- Roti dengan selai almond saat sarapan.
- Salad dengan kenari dan saus vinaigrette saat makan malam.
- Susu penuh lemak atau yogurt.
Mengonsumsi vitamin D bersama produk susu juga bermanfaat karena vitamin ini membantu penyerapan kalsium.
Meski demikian, bagi sebagian orang mengonsumsi suplemen saat makan tidak selalu praktis, terutama jika sebagian besar waktu makan dilakukan di luar rumah.
Dalam kondisi tersebut, konsultasikan dengan tenaga kesehatan mengenai jadwal yang paling sesuai.