Pagi atau Malam, Kapan Sebaiknya Mengonsumsi Vitamin D?
Para ahli menyebut tidak ada waktu khusus yang paling ideal untuk mengonsumsi vitamin D.
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- Para ahli menyebut tidak ada waktu khusus yang paling ideal untuk mengonsumsi vitamin D.
- Yang terpenting adalah mengonsumsinya secara konsisten setiap hari
- Bila memungkinkan, konumsi bersama makanan yang mengandung lemak sehat.
TRIBUNNEWS.COM - Di rak suplemen, multivitamin, omega-3, dan probiotik mungkin menjadi produk yang paling sering ditemui.
Namun, jika multivitamin harian Anda tidak mengandung vitamin D, dokter mungkin akan menyarankan untuk menambahkannya ke dalam rutinitas harian.
Dikenal sebagai "vitamin sinar matahari", karena tubuh dapat memproduksinya ketika kulit terpapar sinar matahari langsung, vitamin D berperan penting dalam berbagai fungsi tubuh, mulai dari kesehatan tulang hingga sistem kekebalan tubuh. '
Mengutip eatingwell.com, meski demikian, banyak orang masih tidak mendapatkan asupan vitamin D yang cukup.
Apa Itu Vitamin D?
Vitamin D merupakan salah satu dari empat vitamin yang larut dalam lemak, bersama vitamin A, E, dan K. Nutrisi ini secara alami terdapat dalam beberapa jenis makanan, ditambahkan ke makanan tertentu melalui proses fortifikasi, serta tersedia dalam bentuk suplemen. Selain itu, tubuh juga dapat memproduksi vitamin D ketika kulit terkena sinar matahari.
Vitamin D memiliki banyak fungsi penting, di antaranya:
- Mendukung sistem kekebalan tubuh.
- Menjaga fungsi sistem saraf.
- Membantu fungsi otot.
- Meningkatkan kemampuan tubuh menyerap kalsium.
Meskipun memiliki peran penting, penelitian menunjukkan banyak orang dewasa mengalami kekurangan vitamin D. Salah satu penyebabnya adalah terbatasnya sumber makanan yang kaya vitamin D. Selain itu, banyak orang kurang terpapar sinar matahari karena jadwal kerja, perubahan musim, atau faktor lingkungan.
Rata-rata orang dewasa membutuhkan sekitar 20 mikrogram (mcg) atau 800 IU vitamin D per hari.
Sebagai gambaran:
- 1 butir telur mengandung sekitar 1 mcg vitamin D.
- 1 kaleng tuna ukuran 85 gram mengandung sekitar 1 mcg.
- Salmon sockeye seberat 85 gram mengandung sekitar 12 mcg.
- Minyak hati ikan cod dapat menyediakan sekitar 34 mcg vitamin D.
Karena itu, kecuali Anda rutin mengonsumsi salmon atau minyak hati ikan cod, memenuhi kebutuhan vitamin D hanya dari makanan bisa menjadi tantangan.
Susu fortifikasi juga menjadi sumber vitamin D yang umum, tetapi kandungannya hanya sekitar 2 mcg per gelas (240 ml). Artinya, seseorang harus minum sekitar satu liter susu setiap hari untuk memenuhi kebutuhan harian. Selain itu, susu nabati seperti susu almond dan oat tidak selalu diperkaya vitamin D.
Inilah alasan mengapa banyak orang memilih mengonsumsi suplemen vitamin D.
Baca juga: Sering Lelah Tanpa Sebab Jelas? Kekurangan Vitamin B12 dan Folat Mungkin Jadi Penyebabnya
Kapan Waktu Terbaik Mengonsumsi Vitamin D?
Jawabannya cukup sederhana: tidak ada waktu tertentu yang terbukti paling baik untuk mengonsumsi vitamin D.
Menurut para ahli, mengonsumsi vitamin D pada pagi, siang, atau malam hari tidak memberikan perbedaan signifikan terhadap penyerapannya.