Wali Kota Semarang Tegaskan Penguatan Program Lingkungan untuk Atasi Mikroplastik
Pemkot Semarang memperkuat berbagai program pengendalian lingkungan untuk mengurangi ancaman mikroplastik di kota.
Editor:
Content Writer
Target IKLH 2026 sebesar 67,52 persen menjadi acuan penguatan strategi lingkungan ke depan.
Intervensi inovatif kini mulai disiapkan, termasuk program percontohan filtrasi mikroplastik untuk kawasan padat penduduk yang mengandalkan air PDAM dan sumur gali.
Di sisi udara, Kota Semarang akan mendorong pemasangan sensor partikulat mikroplastik di titik lalu lintas padat sebagai langkah mitigasi cepat.
Program ini akan menghasilkan data real-time untuk pengurangan risiko mikroplastik dalam aktivitas domestik masyarakat Kota Semarang.
“Seluruh langkah ini perlu indikator yang terukur. Kami memastikan pelaporan tetap transparan dan penggunaan Dana Insentif Fiskal dilakukan secara akuntabel,” tegas Agustina.
Dengan penguatan multiprogram secara sistematis, Kota Semarang menargetkan pengurangan mikroplastik yang signifikan sekaligus memaksimalkan peningkatan kualitas lingkungan hidup kota.
Baca juga: Mikroplastik di Air Hujan Bisa Menempel di Kulit, Ini Dampak Jangka Panjang
Baca tanpa iklan