Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Kunker Selat Sunda, Menpar Akan Bantu Wujudkan "Anyer Reborn"

Untuk ketiga kalinya, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Banten. Menpar membawa misi untuk membangkitkan ke

Kunker Selat Sunda, Menpar Akan Bantu Wujudkan
Istimewa
Menpar Arief Yahya saat Kunker Selat Sunda 

Untuk ketiga kalinya, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Banten. Menpar membawa misi untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata pasca gelombang tsunami yang menggulung pesisir Selat Sunda, Desember tahun kemarin.

Dalam kunker ini, Menpar Arief Yahya menyambangi tiga wilayah di dua kabupaten di wilayah Banten. Antara lain Serang, Pandeglang, dan Tanjung Lesung. Mengawali kunker, Menpar singgah di Kabupaten Serang untuk sarapan bersama Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah di Pendopo Kabupaten Serang. Selanjutnya, Menpar bersama Bupati Serang melakukan Dialog Interaktif bersama para pelaku industri pariwisata dengan tema "Anyer Reborn".

Menpar Arief Yahya meminta Bupati Serang untuk aktif menyerap event (kegiatan) pariwisata di kementerian. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mempercepat recovery wilayah terdampak tsunami Selat Sunda.

“Untuk recovery Anyer itu ada tiga hal. Pemulihan SDM, pemasaran dan destinasi. Tiga program itu ada 49 kegiatan. Sampai hari ini selesai 16 jadi sepertiga selesai sisa 33 lagi,” ujar Menpar Arief Yahya dalam coffee morning bersama Bupati Serang di Pendopo Bupati, Senin (1/4).

Sementara, 33 kegiatan sisa tersebut harus terserap hingga 22 Juni mendatang. Untuk itu, Menpar Arief Yahya mempersilakan Kabupaten Anyer menyelaraskan kegiatan bersama Kemenpar.

"Di sini ada rekan Kemenpar silakan nanti diselaraskan program yang ada dari Kemenpar dengan Kabupaten Serang. Silakan yang berkaitan dengan SDM ada training terus destinasi juga silakan,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar menjelaskan, berdasarkan pengalaman di Lombok dan Bali, proses recovery tersebut butuh waktu sekitar 6 bulan. Menurut dia, yang paling besar mempengaruhi wisata itu adalah status daerah.

“Jadi recovery itu hanya bisa dilakukan ketika status bahaya dicabut. Seperti Bali, setelah dicabut (status bahayanya) Januari langsung recovery 70 persen, Februari 90 persen dan April normal kembali,” tuturnya.

Oleh karena itu, kata dia, begitu juga Anyer yang secara fisik tidak terdampak. Namun secara psikologis terkena. Bisa melakukan hal yang sama seperti Lombok dan Bali.

“Nanti kita minta tolong media, BMKG dan BNPB. Bahwa status sekarang sudah turun ke level dua. Itu hanya terjadi di dua kilometer (dari Krakatau), bahwa yang berbahaya di sekitar Krakatau. Kalau dari Krakatau ke pantai itu 59 KM jadi itu diluruskan,” pungkasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Content Writer
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas