Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kurun 2015-2019, Kementan Telah Cetak 224.977 Hektare Sawah Baru

Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan kegiatan cetak sawah pada lokasi-lokasi yang berpotensi secara bertahap dapat ditanami dengan Indeks mencap

Kurun 2015-2019, Kementan Telah Cetak 224.977 Hektare Sawah Baru
Kementan
Kementan: Dalam kurun waktu empat tahun (2015-2019), telah berhasil mencetak sawah baru, diperkirakan seluas 224.977 hektare. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan kegiatan cetak sawah pada lokasi-lokasi yang berpotensi secara bertahap dapat ditanami dengan Indeks mencapai 2 dalam 2 musim tanam.

Lahan yang ditetapkan sebagai calon lokasi cetak sawah harus memenuhi persyaratan clean dan clear terkait dengan status kepemilikan tanah serta bukan tanah sengketa.

Ketersediaan sumber air yang cukup serta tersedia petani pemilik atau penggarap yang berkomitmen untuk bersawah juga menjadi kriteria dalam penentuan lokasi cetak sawah.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjelaskan, kegiatan cetak sawah merupakan usaha penambahan luas baku lahan sawah pada berbagai tipologi lahan yang belum pernah diusahakan dengan sistem sawah.

Baca: Di Tengah Pandemi, Kementan Lepas Ekspor Produk Tani Ke 43 Negara

Dalam perencanaannya kegiatan cetak sawah juga harus menyertakan penyusunan dokumen lingkungan yang terkait, diantaranya Amdal apabila akan tercetak untuk luasan lebih dari 500 hektare per hamparan

"Calon lokasi cetak sawah ini memiliki tipologi yang berbeda baik itu vegetasi maupun kondisi lapangnya, maka harus benar-benar di rencanakan dengan baik agar lahan tersebut dapat dioptimalkan." sebut Mentan SYL.

Kegiatan cetak sawah yang telah dilakukan oleh Kementan dalam beberapa tahun ini selalu dimulai dengan SID (Survey Investigasi Design). SID ini sebagai proses perencanaan guna memastikan kesesuain lahan, ketersediaan petani, dan ketersediaan potensi sumber air.

"Proses ini dilakukan tahun sebelumnya sehingga tidak menghambat proses konstruksi penyediaan sawah baru yang tercetak pada tahun anggaran berjalan," jelasnya.

Baca: Kementan Gelar Pelatihan Olah Produk Pangan untuk Antisipasi Dampak Pandemi Corona

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengungkapkan, kegiatan cetak sawah tahun 2019 dilaksanakan di 27 kabupaten pada 8 provinsi, salah satunya di Kabupaten Poso dengan total 150 hektare yg dialokasikan di dua kecamatan (Pamona Barat dan Pamona Tenggara).

Hingga April 2020 ini sudah dapat dilakukan 2 kali penanaman seperti yg dilaksanakan oleh Poktan Mekar Nadi 2 Desa Uronasari Kecamatan Pamona Barat Kabupaten Poso yang memiliki 30 hektare sawah.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas