Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Menteri PUPR Targetkan Bendungan Ciawi Rampung Juli 2021

Hingga kini, progres pembangunan Bendungan Ciawi sudah mencapai 71%, sementara pembebasan lahan telah mencapai 96%

Menteri PUPR Targetkan Bendungan Ciawi Rampung Juli 2021
Humas Kementerian PUPR
Kementerian PUPR Targetkan Pembangunan Bendungan Ciawi Rampung Juli 2021 

TRIBUNNEWS.COM – Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk atasi ancaman banjir di DKI Jakarta melalui rencana induk (masterplan) pengendalian banjir (flood control) Jakarta.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane saat ini tengah menyelesaikan pembangunan dua bendungan kering (dry dam), yang meliputi Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi. Terletak di Kabupaten Bogor, kedua bendungan tersebut ditargetkan untuk selesai dibangun tahun ini.

Hingga kini, progres pembangunan Bendungan Ciawi sudah mencapai 71%, sementara pembebasan lahan telah mencapai 96%. "Untuk pembebasan lahan saat ini sudah selesai sehingga konstruksinya bisa selesai dalam waktu dekat," tutur Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau lokasi pembangunan Bendungan Ciawi pada hari Rabu (5/5/2021).

Peninjauan lokasi pembangunan Bendungan Ciawi dilakukan Rabu (5/5/2021).
Peninjauan lokasi pembangunan Bendungan Ciawi dilakukan Rabu (5/5/2021). (Humas Kementerian PUPR)

Meskipun konstruksi Bendungan Ciawi masih menghadapi tantangan cuaca hujan yang terus turun sepanjang tahun, Menteri Basuki tetap optimis bahwa pembangunan akan dapat segera rampung, tepatnya pada Juli 2021. Untuk mengatasi permasalahan yang ada, lahan yang masih dikerjakan diselimuti pada saat hujan, kemudian dipadatkan lagi lapis demi lapis saat hujan berhenti.

Menteri Basuki juga turut berpesan bahwa penghijauan di sekitar bendungan harus dilakukan setelah pembangunan selesai dengan menanami pohon di daerah sekitar bendungan. Penanaman pohon ini merupakan bentuk konservasi alam pada area sabuk hijau atau green belt.

Kontrak pekerjaan Bendungan Ciawi ditandatangani pada tanggal 23 November 2016 dengan kontraktor pelaksana PT. Brantas Abipraya dan PT. Sacna. Pembangunan kemudian mulai dikerjakan pada 2 Desember 2016. Pengadaan lahan kedua bendungan dilakukan dengan skema dana talangan dimana kontraktor membiayai terlebih dahulu dan nantinya akan dibayarkan melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

Dengan biaya pembangunan sebesar Rp 798,7 miliar, Bendungan Ciawi direncanakan memiliki volume tampung 6.05 juta m3 dan luas genangan 39.40 hektar. Sebagai bendungan kering, Bendungan CIawi dan Sukamahi didesain untuk mengurangi debit banjir yang masuk ke Jakarta dengan menahan aliran air dari Gunung Gede dan Gunung Pangrango sebelum sampai ke Bendung Katulampa yang kemudian mengalir ke Sungai Ciliwung. Dengan begitu, ketika pembangunan telah selesai, Bendungan Ciawi diperkirakan dapat mereduksi banjir sebesar 111,75 m3 per detik.

“Dengan pengaturan aliran debit air tersebut, diharapkan bendungan ini dapat mengurangi debit banjir hingga 24%”, ujar Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko.

Peninjauan lokasi pembangunan pada hari Rabu kemarin dilakukan oleh Menteri PUPR bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, serta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Turut hadir dalam tinjauan tersebut Kepala BBWS Ciliwung Cisadane Bambang Heri Mulyono dan Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Krisno Yuwono.

Ikuti kami di
Admin: Sponsored Content
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas