Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ditjen Hubla Fasilitasi Pemberian Santunan ABK yang Meninggal saat Bertugas di Singapura

Santunan atas nama Alm. Mohamad Budi Santoso diberikan langsung oleh Direktur Perkapalan dan Kepelautan kepada keluarga, Kamis, (17/6)

Ditjen Hubla Fasilitasi Pemberian Santunan ABK yang Meninggal saat Bertugas di Singapura
Kemenhub
Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Capt. Hermanta memberikan santunan kepada istri dan anak almarhum sebesar SGD 151.078,92 

TRIBUNNEWS.COM - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Perkapalan dan Kepelautan pada tanggal 17 Juni 2021 kembali memfasilitasi penyerahan santunan kepada keluarga Anak Buah Kapal (ABK) kapal MT Kirana Quintya yang meninggal dunia saat bertugas di Singapura.

Santunan atas nama Almarhum Mohamad Budi Santoso diberikan langsung oleh Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Capt. Hermanta kepada istri dan anak almarhum sebesar SGD 151.078,92 atau setara dengan Rp 1,62 M (kurs 10.781).

Capt. Hermanta menjelaskan, hal ini sebagai salah satu bentuk pemenuhan hak atas pelaut yang meninggal dunia sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2000 tentang Kepelautan yang menyatakan bahwa jika ABK meninggal dunia dan PKL (perjanjian kerja laut) masih berlaku pengusaha angkutan di perairan wajib membayar santunan.

"Kementerian Perhubungan mengucapkan duka cita sedalam-dalamnya atas kepergian almarhum, semoga dapat diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesehatan," ujar Capt. Hermanta.

Capt. Hermanta mengungkapkan bahwa pada 23 Februari 2021, Ministry of Manpower Singapore mengeluarkan Surat Tidak Keberatan Pengajuan Klaim Kompensasi Kecelakaan Kerja atas nama Alm. Budi, yang akan diberikan kepada ahli warisnya.

15 April 2021, Ministry of Manpower Singapore mengeluarkan Surat terkait Pengajuan Klaim Kompensasi Kecelakaan Kerja atas nama Alm. Budi, yang didalamnya termasuk Cek Bank DBS senilai SGD 151,078.72.

“9 Juni 2021 akhirnya kami menerima dokumen dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura, yang berisi Surat terkait Pengajuan Klaim Kompensasi Kecelakaan Kerja atas nama Alm. Mohamad Budi Santoso yang dikeluarkan oleh Ministry of Manpower Singapore termasuk Cek Bank DBS senilai SGD 151,078.72," ungkapnya.

Capt. Hermanta menegaskan, santunan berupa materi tidak setara dengan nyawa dan tidak dapat menggantikan keberadaan almarhum yang kini tidak dapat lagi bisa menemani keluarganya. "Namun saya berharap kompesasi ini dapat bermanfaat dan digunakan oleh ahli waris dengan sebaik-baiknya," ujarnya.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan Kemenhub selaku regulator dan otoritas yang selama ini memfasilitasi kegiatan pengiriman tenaga kerja melalui agen-agen pelayaran serta pengawasan kepelautan senantiasa aktif melindungi ABK WNI yang bekerja di dalam maupun di luar negeri.

"Seperti yang terjadi pada Almarhum Mohamad Budi Santoso yang meninggal saat bekerja, merupakan tanggung jawab kita untuk melakukan pemulangan dan memfasilitasi proses sampai dengan pemberian santunan," jelasnya.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas