Tribun

Buka Akses ke Menara Suar Tanjung Pemali, Kemenhub Libatkan 40 Warga dalam Padat Karya

Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI) Kalimantan Timur dan Pertamina SMEXPO 2021 diluncurkan di Samarinda, Kalimantan, Selasa (12/10/2021).

Editor: Content Writer
Buka Akses ke Menara Suar Tanjung Pemali, Kemenhub Libatkan 40 Warga dalam Padat Karya
Ditjen Perhubungan Laut-Kemenhub
KeDirektorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Distrik Navigasi (Disnav) Kelas III Kendari menggelar kegiatan Padat Karya di wilayah Kabupaten Konawe Kepulauan, Selasa (12/10/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Distrik Navigasi (Disnav) Kelas III Kendari menggelar kegiatan Padat Karya di wilayah Kabupaten Konawe Kepulauan.

Fokus padat karya adalah pengerjaan akses jalan menuju Menara Suat Tanjung Pemali yang sebelumnya terisolir dan tidak dapat dilalui oleh kendaraan.

Kegiatan Padat Karya tersebut berlangsung di Menara Suar Tanjung Pemali yang berada di Pulau Wawonii yang terletak di Kabupaten Konawe Kepulauan. Akses jalan di pulau tersebut masih berupa tanah sehingga para penjaga Menara Suar dan warga sekitar harus berjalan kaki saat membawa logistik.

Kegiatan Padat Karya ini dihadiri langsung oleh Wakil Ketua Komis V DPR RI Ridwan Bae, Wakil Bupati Konawe Kepulauan, Forkopimda Kabupaten Konawe beserta jajaran serta stakeholder terkait lainnya.

Kepala Disnav Kelas III Kendari, Abdul Kasim dalam sambutannya saat membuka acara mengatakan bahwa Padat Karya tersebut diikuti oleh 40 orang masyarakat sekitar dan berlangsung selama 10 hari.

“Padat karya berlangsung selama 10 hari dengan upah Rp 120.000 per orang per harinya,” ujarnya, Senin (12/10/2021).

Padat karya ini berlangsung di Menara Suar Tanjung Pemali meliputi pembuatan jalan setapak yang berjarak 120 meter dan pembersihan lingkungan sekitarnya.

Dia menjelaskan kegiatan ini juga bertujuan untuk menghadirkan negara ke tengah - tengah masyarakat, sehingga tercipta solidaritas dan sinergi dalam upaya menciptakan kesejahteraan bersama, khususnya bagi masyarakat sekitar.

“Kegiatan padat karya ini dilakukan secara swakelola agar dapat dilakukan dengan melibatkan masyarakat,” ungkapnya.

Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan secara berkelompok dengan diawasi oleh tenaga terlatih yang berasal dari unsur masyarakat untuk memastikan hasil pekerjaan berkualitas dan mengutamakan penggunaan tenaga kerja yang direkrut dari masyarakat mempertimbangkan.

Baca juga: Kemenhub Siagakan Dua Kapal Isoter Hingga H+5 PON XX Papua

berita POPULER
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas