Tribun

Apresiasi FSKN, Sekjen Taufik: Sinergi Baru Kemandirian Desa Inklusif

Taufik Madjid mengapresiasi inisiatif FSKN dalam memelopori industri budaya lokal sebagai manifestasi kultural yang mampu menyegarkan identitas bangsa

Editor: Content Writer
zoom-in Apresiasi FSKN, Sekjen Taufik: Sinergi Baru Kemandirian Desa Inklusif
Istimewa
Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Trasmigrasi Taufik Madjid didampingi Dirjen Peid Harlina sulistyorini, Kepala BPI Ivanovic Agusta, Dirjen PPDT Eko Sriharyanto menerima Audensi Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) di kantor Kemendes PDTT. Jakarta, Senin (23/5/2022). Pertemuan Tersebut membahas kolaborasi program Pembangunan Desa berbasis Budaya. 

TRIBUNNEWS.COM - Sekretaris Jenderal Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Taufik Madjid mengapresiasi inisiatif Forum Silaturrahmi Keraton Nusantara (FSKN) dalam memelopori industri budaya lokal sebagai manifestasi kultural yang mampu menyegarkan identitas bangsa.

Taufik Madjid memaparkan jika jargon untuk mencintai produk lokal desa atau produk dalam negeri telah lama didengungkan.

Dan sejak zaman pemerintahan presiden pertama Indonesia, Soekarno, konsep cinta produk dalam negeri sudah digaungkan.

",Demi menguatkan identitas bangsa, saya kira langkah FSKN bersinergi dengan kami begitu baik, sebab ini dapat membantu mendistribusikan arah pembangunan Kemendes yang salahsatunya adalah desa mandiri yang inklusif. Yakni dapat menggerakkan sektor ekonomi desa melalui produk budaya dan sejarah lokal desa dengan sentuhan kreatif warga desa,” kata Taufik saat menerima Audiensi Forum Silaturrahmi Keraton Nusantara di Ruang Rapat Eksekutif Kementerian Desa PDTT pada Senin (23/5/2022).

Di waktu yang sama, Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (Dirjen PPDT) Eko Sri Haryanto menyampaikan, konsep yang dikenalkan FSKN ada pada komponen desa cerdas yang merupakan hasil adopsi dari konsep Smart City.

Pada intinya, desa cerdas didefinisikan sebagai desa yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat melalui pemanfaatan teknologi dalam berbagai aspek pembangunan desa yang dapat memicu kuriositas para wisatawan.

“Di tempat kami ada yang namanya Smart Village yang dapat menarik minat para pengunjung wisata domestik maupun internasional, dan output smart village itu tidak hanya tentang digitalisasi. Desa cerdas juga erat kaitannya dengan sektor lingkungan, infrastruktur, aktivitas warga, kualitas hidup warga desa, serta keterampilan dan inovasi warga desa. Dan itu menjadi daya tarik pengunjung lokal maupun mancanegara untuk berkunjung di desa-desa di Indonesia,” kata Eko.

Sementara itu, Mapparessa selaku Ketua Umum FSKN menyatakan kesiapan jadi perpanjangan tangan setiap kebijakan Kemendes PDTT untuk mendorong pembangunan aset budaya dan sejarah desa-desa yang berimplikasi pada ketahanan ekonomi desa yang berkelanjutan di masa depan.

“Kami berharap adanya kolaborasi dengan Kemendes ini bernilai positif, karena selama ini yang kami inginkan, agar anak-anak kami di desa khususnya, terjaga dari infiltrasi budaya luar yang dapat menggeser budayanya sendiri, serta kami siap menjadi partner pembangunan Kemendes terhadap aset-aset desa, dan yang terpenting potensi SDM dan SDA di daerah mampu memberikan karya-karya terbaiknya pada Indonesia,” ungkap Mapparessa.

Sebagai Informasi, hadir mendampingi Sekjen Kemendes PDTT Taufik Madjid, yakni Harlina Sulistyorini Dirjen PEID, Dirjen BPI, Ivanovich Agusta dan Dirjen PPDT Eko Sri Haryanto.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas