Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pemerintah Resmi Luncurkan Program Pemagangan Nasional untuk Lulusan Perguruan Tinggi

Pemerintah melalui Kemnaker resmi memulai Program Pemagangan Nasional 2025 untuk memperkuat kompetensi dan daya saing lulusan perguruan tinggi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Content Writer
zoom-in Pemerintah Resmi Luncurkan Program Pemagangan Nasional untuk Lulusan Perguruan Tinggi
Istimewa
LUNCURKAN PROGRAM MAGANG - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad; serta perwakilan Komisi IX DPR RI, dalam pembukaan Program Pemagangan Nasional Lulusan Perguruan Tinggi Batch I 2025, di Ruang Tridharma Kemnaker, Jakarta, Senin (20/10/2025). 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) secara resmi membuka Penyelenggaraan Pemagangan Nasional Lulusan Perguruan Tinggi Batch I Tahun 2025, sebagai langkah strategis untuk memperkuat kompetensi, meningkatkan keterampilan, serta mendorong daya saing tenaga kerja muda Indonesia.

Pembukaan program ini ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad; serta perwakilan Komisi IX DPR RI, di Ruang Tridharma Kemnaker, Jakarta, Senin (20/10/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai perusahaan penyelenggara pemagangan dan ribuan peserta dari seluruh daerah di Indonesia, baik secara luring maupun daring.

Dalam sambutannya, Menko Airlangga Hartarto mengatakan bahwa program pemagangan nasional ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja.

“Kita menyadari adanya kesenjangan antara supply lulusan perguruan tinggi dan demand tenaga kerja. Melalui program ini, pemerintah berupaya menjembatani 8 hingga 10 persen dari total lulusan perguruan tinggi agar siap masuk ke dunia kerja,” ujar Menko Airlangga.

Menko Airlangga juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berperan dalam menyukseskan program ini. Menurutnya, antusiasme peserta sangat tinggi dengan rasio 1 posisi magang diperebutkan oleh sekitar 200 pendaftar.

“Kepada adik-adik peserta magang,  bangun networking dan gunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya," ucap Menko Airlangga. 

Baca juga: Kemnaker: Kepatuhan Dunia Usaha Dukung Keberhasilan Sistem Jaminan Sosial

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menjelaskan, pada Batch I terdapat 20.000 peserta magang, dan telah ditetapkan sebanyak 15.000 peserta magang, sementara 5.000 peserta tambahan akan diumumkan pada Rabu, 22 Oktober 2025. 

Para peserta magang akan memperoleh uang saku setara upah minimum Kabupaten/Kota yang baru pertama kali dilaksanakan di bawah Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, serta bimbingan langsung dari mentor di perusahaan.

“Program pemagangan ini sebenarnya merupakan penguatan dari kegiatan pemagangan yang sebelumnya telah dilakukan Kemnaker melalui balai-balai pelatihan vokasi dan produktivitas. Bedanya, kali ini skalanya jauh lebih masif dan terintegrasi secara nasional,” ujar Menaker Yassierli.

Menaker Yassierli mengatakan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto supaya Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperluas akses kerja melalui platform SIAPKerja yang memuat berbagai informasi dan layanan ketenagakerjaan dalam upaya membantu masyarakat.

“Bagi generasi muda yang belum berkesempatan mengikuti pemagangan, silakan manfaatkan platform SIAPKerja. Di sana tersedia lebih dari 200 ribu lowongan kerja melalui fitur-fitur seperti KarirHub, SkillHub, Sertihub, dan BizHub. Kami terus berupaya memperluasnya dengan mengintegrasikan SIAPKerja dengan portal kerja swasta,” jelas Menaker Yassierli.

Anggota Komisi IX DPR RI, Obon Tabroni, mengapresiasi atas adanya program ini karena dapat memperluas kesempatan kerja bagi anak-anak muda. 

"Tugas kami tentu pada tahap pengawasan, dan tentu dalam tatanan anggaran, sehingga ke depan program ini lebih baik dan program ini akan lebih banyak anak-anak muda terserap kerja nantinya," ujar Obon.

Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, menilai program pemagangan ini membuka harapan baru bagi generasi muda Indonesia.

“Ilmu pendidikan itu penting, tapi ilmu kehidupan jauh lebih penting. Melalui pemagangan, anak muda bisa mendapatkan pengalaman berharga untuk memasuki dunia kerja. Program ini adalah gerbang utama bagi mereka,” ungkap Raffi Ahmad.

Baca juga: Menaker Yassierli dan Menteri Tenaga Kerja Qatar Bahas Kolaborasi Pelatihan dan Magang Lintas Negara

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas