Tribun

Jakarta Terkini

DKI Hadirkan Fitur Jejaki, Kolaborasi Berbasis Teknologi di Tengah Pandemi

Fitur Contact Tracing disediakan untuk melacak warga yang melakukan kontak dengan orang yang positif atau terkonfirmasi COVID-19.

Editor: Content Writer
DKI Hadirkan Fitur Jejaki, Kolaborasi Berbasis Teknologi di Tengah Pandemi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Mural bertemakan corona terlukis di dinding fly over Tebet Jakarta Selatan, Senin (24/8/2020). Mural menjadi salah satu media informasi kepada masyarakat tentang bahaya penyebaran corona dan cara pencegahannya. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

"Untuk mendapatkan hasil yang lebih presisi, zonasi juga menyediakan fitur pemindaian dengan radius atau jangkauan yang dapat diatur sendiri," imbuhnya.

Fitur zonasi bekerja dengan memanfaatkan pendeteksian lokasi dari fitur GPS (Global Positioning System) pada smartphone. Untuk mendapatkan angka infeksi pada suatu daerah, aplikasi PeduliLindungi memanfaatkan data kasus per kelurahan yang berasal dari Open Data COVID-19 milik Pemprov DKI Jakarta.

Yang tidak kalah penting, kata Yudhistira, Jejaki juga menyediakan fitur tes mandiri JakCLM. Fitur tersebut melanjutkan program Corona Likelihood Metric yang digagas bersama Harvard CLM Team.

“Melalui fitur ini, warga bisa melakukan tes untuk mengukur seberapa besar risiko mereka terpapar COVID-19. Hasil pemeriksaan telah didukung dengan teknologi Machine Learning dan ditentukan berdasarkan kondisi kesehatan serta riwayat bepergian dan riwayat kontak pengguna,” terang Yudhistira.

Dengan menggunakan Jejaki, warga juga bisa ikut serta dalam mencegah klaster penyebaran baru di suatu gedung atau tempat umum, seperti perkantoran dan pusat perbelanjaan. Untuk menyediakan fungsi pengecekan ini, Pemprov DKI Jakarta menjalin kerja sama dengan pengembang aplikasi Jejak dan IDQ.

“Kedua aplikasi tersebut yang saat ini terintegrasi dalam fitur Checkpoint Monitoring Jejaki, sama-sama memanfaatkan teknologi pemindaian QR Code untuk memantau arus keluar-masuk pengunjung gedung. Fitur ini juga merupakan bagian dari upaya pengawasan (monitoring) terhadap aturan kapasitas maksimal gedung selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),” ujar Yudhistira.

Salah seorang warga Gelora, Jakarta Pusat, Herman Zakaria, mengaku terbantu dengan adanya fitur Jejaki pada aplikasi JAKI. Ia dapat mengetahui kondisi penyebaran COVID-19 di lingkungan sekitar dengan satu kali klik.

"Sangat memudahkan sekali. Kita klik zonasi misalnya, ada daftar jumlah kasus terkonfirmasi di area kelurahan sekitar plus jaraknya," kata dia.

Belum lagi, menurutnya, ada layanan tes mandiri yang dapat digunakan dengan hanya memasukkan nomor identitas, kita bisa mengetahui apakah gejala yang kita alami berpotensi positif COVID-19 atau tidak. "Kita tinggal isi, misalnya apakah kita memiliki gejala sakit kepala, sesak nafas, dan lainnya. Jadi, ini kayak tes atau screening pertama sebelum kita diperiksa," imbuhnya.

Hanya saja, Herman menilai terdapat satu kekurangan dari fitur Jejaki di aplikasi JAKI yakni ia juga harus mengunduh aplikasi lainnya, seperti aplikasi PeduliLindungi untuk dapat melihat fitur Contact Tracing.

“Ini sudah sangat bagus, tapi masih harus install aplikasi lainnya. Nggak masalah sih, tapi jadi mengurangi tingkat keringkasan. Semoga ke depannya lebih simple," pungkasnya.

Ikuti kami di
  Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas