Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

POPULER INTERNASIONAL: Akibat Kaum Bumi Datar Cari 'Ujung Dunia' | Ngerinya Metode Interogasi Iran

Berikut berita populer internasional selama 24 jam terakhir, dari akibat kaum Bumi Datar yang mencari 'ujung dunia' hingga metode interogasi Iran.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Citra Agusta Putri Anastasia
zoom-in POPULER INTERNASIONAL: Akibat Kaum Bumi Datar Cari 'Ujung Dunia' | Ngerinya Metode Interogasi Iran
Amnesty International via Daily Mail
Berikut berita populer internasional selama 24 jam terakhir, dari akibat kaum Bumi Datar yang mencari 'ujung dunia' hingga metode interogasi Iran. 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut berita populer internasional selama 24 jam terakhir.

Pasangan penganut Bumi Datar di Italia baru-baru ini dikarantina setelah berusaha mencari 'ujung dunia' saat negara sedang lockdown.

Selain itu, ada pula Amnesty International yang menuduh pihak keamanan Iran menggunakan metode penyiksaan saat interogasi.

Baca: BERITA POPULER: Teknologi Gimbal Stabilization Vivo X50 | Cara Menggunakan Google Classroom

Dirangkum Tribunnews.com, berikut daftar populer internasional:

1. Akibat Kaum Bumi Datar Nekat Mencari 'Ujung Dunia'

Ilustrasi bumi datar atau flat earth.
Ilustrasi bumi datar atau flat earth. (IST)

Pasangan penganut Bumi Datar di Italia baru-baru ini dikarantina setelah berusaha mencari 'ujung dunia' saat negara sedang lockdown.

Pria dan wanita itu berasal dari Venesia.

Rekomendasi Untuk Anda

Keduanya berusaha berlayar ke Lampedusa, sebuah pulau antara Sisilia dan Afrika Utara.

Mereka ingin membuktikan bahwa dunia adalah dua dimensi dan memiliki ujung.

Baca selengkapnya di sini>>>

Baca: Tragis, Pendukung Bumi Datar Tewas Tunggangi Roket Buatannya Sendiri

2. Intelijen AS Sedot Metadata Ponsel Jutaan Warga Amerika

Poster dukungan terhadap Edward Snowden di depan Gedung Putih.
Poster dukungan terhadap Edward Snowden di depan Gedung Putih. (Kompas.com)

Pengadilan banding federal AS memutuskan program pengumpulan metadata telepon yang digunakan Badan Keamanan Nasional (NSA) untuk memata-matai orang Amerika adalah illegal.

Fakta hukum ini persis seperti yang dikatakan eks agen NSA, Edward Snowden, yang membongkar praktik jahat intelijen AS ini tujuh tahun lalu.

Snowden kini tinggal di Rusia, mendapatkan suaka negara itu setelah kabur dari Amerika.

Putusan pengadilan banding federal AS itu diberitakan berbagai media, Kamis (3/9/2020).

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas