Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ciri-ciri Anak Stunting, Lengkap dengan Cara Mencegahnya

Inilah ciri-ciri anak stunting, lengkap dengan cara mencegahnya, orang tua perlu mengetahui untuk menjaga kesehatan buah hati.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Ciri-ciri Anak Stunting, Lengkap dengan Cara Mencegahnya
freepik
Ilustrasi anak Stunting - Inilah ciri-ciri anak stunting, lengkap dengan cara mencegahnya, orang tua perlu mengetahui untuk menjaga kesehatan buah hati. 

TRIBUNNEWS.COM - Inilah ciri-ciri anak stunting, lengkap dengan cara mencegahnya.

Ciri-ciri anak stunting dapat diketahui melalui pertumbuhan dan perkembangannya.

Orang tua perlu mengetahui ciri-ciri anak stunting untuk menjaga kesehatan buah hati.

Berdasarkan Perpres No. 72 Tahun 2021, stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang.

Stunting ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak berada di bawah standar yang ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan.

Lantas bagaimana ciri-ciri anak terkena Stunting?

Baca juga: Bahaya Stunting pada Anak dalam Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Simak informasi tentang ciri-ciri balita terkena stunting, yang Tribunnews rangkum dari beberapa sumber:

Rekomendasi Untuk Anda

1. Panjang atau tinggi badan kurang dibandingkan usianya

Menurut jurnal yang diterbitkan Universitas Lampung, berjudul Pengaruh Stunting terhadap Perkembangan Kognitif dan Prestasi Belajar, terdapat ciri-ciri anak stunting.

Ciri anak terkena stunting yaitu ketika memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan anak seusianya.

Dari  hasil uji yang telah dilakukan, diketahui bahwa tinggi badan anak menurut umur berhubungan positif dengan tingkat perkembangan kognitif.

2. Gangguan fungsi motorik

Jika anak terkena stunting, akan memiliki rasa ingin tahu yang lebih rendah.

Ia juga akan mengalami kelemahan motorik karena terdapat gangguan pada proses pematangan fungsi otot.

3. Ukuran kepala anak lebih kecil

Halaman 1/4

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

asia sustainability impact consortium

Follow our mission at sustainabilityimpactconsortium.asia

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas