Dulu Ramen Sempat Tidak Menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri
Adalah Shigemi Kawahara yang berusaha mengangkat ramen menjadi makanan yang berkelas.
Penulis: Daniel Ngantung
Editor: Fajar Anjungroso
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Daniel Ngantun
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jika ingin mengatakan ramen atau mie khas Jepang sedang populernya di Indonesia, sah-sah saja. Pasalnya, tidak sulit menemukan restoran-restoran yang menawarkan hidangan ini di berbagai pusat perbelanjaan.
Usut punya usut, ramen dulunya tidak sepopuler sekarang, bahkan di negeri asalnya sendiri. Ramen sempat melalui masa kegelapannya di era 80an karena tidak menjadi tuan rumah di negerinya sendiri.
"Kala itu ramen dianggap makanan kelas bawah sehingga kurang begitu dianggap. Penikmatnya rata-rata adalah pekerja kasar," ujar Amanda Sihombing, Marketing Manager Ippudo, restoran ramen terbaru di Pacific Place, Jakarta.
Adalah Shigemi Kawahara yang berusaha mengangkat ramen menjadi makanan yang berkelas. Ia membuka restoran ramen pertamanya di Fukuoka, 1985. Restoran tersebut ia namakan Ippudo yang secara harfiah berarti "one wind hall". Arti tersebut dimaknakan sebagai harapan baru untuk ramen agar kembali populer di tengah masyarakat Jepang.
Tiga kali memenangi tiga kejuaraan ramen secara berturut-turut di sebuah program acara TV kompetisi ramen, ia pun mendapat julukan "The King of Ramen" pada 2005. Namanya juga terpajang di Ramen Hall of Fame karena berhasil merevolusi ramen.
Dari satu restoran yang berkapasitas 10 tempat duduk menjadi 80 cabang di Jepang. Mendapat respon positif dari penikmat ramen, lalu Ippudo menglobal dengan membuka 40 restoran yang tersebar di Amerika, Eropa, Asia, dan Australia.
Awal Oktober lalu, Ippudo membuka restoran pertamanya di Indonesia, tepatnya di di lantai 5 Pacific Place. Indonesia sendiri menjadi negara ke-4 di kawasan Asia Tenggara yang didatangi Ippudo. Restoran Ippudo Indonesia memiliki luas 220 meter persegi dan kapasitas 66 seating.
Dengan latar belakang sang pendiri yang penuh nilai historis, kehadiran restoran ini di Jakarta tentu saja menawarkan daya tarik tersendiri. “Seperti apa sih rasa ramen racikan sang revolusioner Ramen?” Begitu pertanyaan yang terlintas di benak.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.