Bunga Teratai, Si Cantik yang Memproteksi Kulit dari Radiasi Ultraviolet
Di balik kecantikannya, bunga yang biasanya tumbuh di sungai atau danau itu ternyata menyimpan khasiat untuk menjaga kesehatan dan kecantikan kulit
Penulis:
Daniel Ngantung
Editor:
Anita K Wardhani
Kulit biasanya akan terbakar selama 10 menit di bawah menit. Namun setelah mengaplikasikan tabir surya berbentuk lotion ini, kulit dapat bertahan di bawah sinar matahari tanpa terbakar selama 40 kali lebih lama atau sekitar 400 menit.
"Meski ber-SPF tinggi, produk ini tidak lengket. Sehingga terasa nyaman di kulit," ujar Dian.
Ahli kecantikan Dr.Astrid Tilaar Msi., mengatakan, meski kulit orang Indonesia umumnya lebih terproteksi karena mengandung pigmen yang lebih banyak ketimbang kaum kaukasoid (kulit putih), pemakaian tabir surya atau semacamnya tetap diperlukan.
"Kulit orang Indonesia tentu tetap berisiko apalagi kita hidup di daerah yang beriklim tropis. Bila kuliat dibiarkan terpapar sinar matahari terus-menerus tanpa terproteksi, bukan tidak mungkin kulit kita akan mengalami kerusakan," kata dia.
Dijelaskannya, sinar matahari membawa dua jenis radiasi ultraviolet (UV), yakni UVA dan UVB.
Keduanya sama-sama berbahaya. UVA dengan gelombangnya yang cukup panjang yang mampu menembus hingga ke dalam epidermis dapat mengakibatkan kerusakan jangka panjang seperti kanker kulit. Adapun efek buruk dari UVB tergolong jangka pendek seperti kulit menggelap atau iritasi.