Beda Pandangan Soal Politik Bisa Pengaruhi Urusan Ranjang Suami Istri?
55 persen responden wanita mengaku bahwa mereka lebih memilih menonton acara debat presiden ketimbang bermesraan dengan suami.
Editor: Malvyandie Haryadi
TRIBUNNEWS.COM - Tidak ada yang seksi dari sebuah pertarungan politik.
Tahukah Anda bahwa perbedaan pendapat dan fluktuasi emosional menjelang sebuah pemilihan pemimpin suatu negara atau daerah bisa berpengaruh pada urusan ranjang pasangan suami istri.
Hal itu dibuktikan oleh sebuah survei dari aplikasi fertilitas bernama Kindara.
Kindara melakukan survei terhadap lebih kurang 900 pengguna wanita menjelang pemilihan umum Presiden AS pada bulan November 2016 kemarin.
Menurut survei tersebut, kompetisi dan perbedaan pandangan politik paling mempengaruhi wanita.
Hal ini terbukti bahwa wanitalah yang paling merasa stres dan emosional menjelang pemilihan Presiden AS tersebut.
Hasilnya, 55 persen responden wanita mengaku bahwa mereka lebih memilih menonton acara debat presiden ketimbang bermesraan dengan suami.
Namun, sebanyak 45 persen responden wanita yang memilih Partai Republik lebih memiliki seks ketimbang menonton debat presiden.
Lalu, hanya 25 persen responden wanita simpatisan Partai Demokrat yang memilih hal serupa.
Selanjutnya, survei juga memaparkan informasi bahwa 19 persen wanita yang berpihak pada Hillary Clinton mengaku bahwa suhu panas menjelang pemilihan umum telah memengaruhi kehidupan seksual mereka hingga membuat birahi menurun drastis.
Kondisi itu semakin parah pada pasangan suami istri dengan perbedaan pandangan politik.
Ternyata, 33 persen responden wanita yang memiliki perbedaan pandangan politik dengan suami mengalami penurunan kualitas serta kuantitas seksual secara signifikan.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.