Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Terlalu Sering Bercinta Ternyata Juga Bisa Timbulkan Efek Negatif!

Mungkin tidak masuk akal untuk berpikir bahwa aktivitas yang menyenangkan seperti seks dapat berakhir dalam kesengsaraan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Terlalu Sering Bercinta Ternyata Juga Bisa Timbulkan Efek Negatif!
Thinkstockphotos
Ilustrasi. 

10. Kelelahan

Meskipun bukan efek yang berbahaya, namun hal ini dapat mempengaruhi kualitas hidup Anda.

Anda tidak akan mampu menjalani hidup dalam kelelahan. Berhubungan seks beberapa kali sehari akan menguras seluruh energi Anda dan membuat Anda merasa lelah.

Selama aktivitas seksual, tubuh melepaskan norepinefrin, epinefrin, dan kortisol yang meningkatkan denyut jantung dan memicu pelepasan glukosa dalam darah.

11. Rambut rontok

Berhubungan seks meningkatkan tingkat dihydrotestosterone (DHT) di dalam tubuh.

Hormon ini akan menyebabkan rambut rontok, karena ia dapat membunuh folikel rambut dan menyebabkan pola kebotakan pada pria.

Rekomendasi Untuk Anda

12. Imunitas lemah

Kekebalan Anda dapat melemah jika melakukan seks terlalu sering.

Hormon prostaglandin E-2 dilepaskan ke dalam aliran darah saat berhubungan seks.

Hormon ini dapat menyebabkan masalah seperti melemahnya kekebalan tubuh, rusaknya jaringan, nyeri saraf dan otot, serta kurangnya rangsangan seksual jika diproduksi secara berlebihan.

13. Serangan jantung

Meskipun hal ini jarang terjadi, ada beberapa situasi ketika seseorang menderita serangan jantung selama hubungan seksual.

Meskipun seks baik untuk jantung Anda, karena ia sama dengan olahraga kardiovaskular, namun Anda harus melakukannya dengan mempertimbangkan bahwa Anda atau pasangan Anda memiliki riwayat jantung.

14. Penis patah

Meskipun penis tidak bertulang, penting untuk diketahui bahwa penis juga bisa mengalami fraktur atau “patah”.

Jika Anda mengalami penis patah, Anda biasanya akan mendengar suara gemeretak yang diikuti dengan hilangnya ereksi.

Ini biasanya mengakibatkan bengkak di pangkal penis atau skrotum. (Kompas.com/Wisnubrata)

Sumber: Kompas.com
Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas