Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun Lifestyle

Pagebluk Tak Lunturkan Tradisi Keraton Yogyakarta, Grebeg Tanpa Kerumunan, Abdi Dalem Nikmati Ini

Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yaang sarat dengan tradisi tak serta merat luntur saat pagebluk atau pandemi covid-19.

Editor: Anita K Wardhani
zoom-in Pagebluk Tak Lunturkan Tradisi Keraton Yogyakarta, Grebeg Tanpa Kerumunan, Abdi Dalem Nikmati Ini
TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI
GREBEG SEKATEN. Ratusan warga berebut isi gunungan saat peryaan Grebeg Sekaten di halman MAsjid GEde Kauman, Kota Yogyakarta, Rabu (21/11/2018). Grebeg Sekaten merupakan prosesi adat dalam rangka memperingati kelahiran nabi Muhammad SAW. TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI 

Ketiga, sangkan paraning dumadi. Yakni, jangan lupa kita semua nantinya akan mati. “Jadi jangan berbuat yang aneh-aneh,” imbuhnya.

Sementara itu, Penghageng KHP Nitya Budaya Keraton Yogyakarta, GKR Bendara menyampaikan tentang aktivitas museum Keraton Yogyakarta di masa pandemi.

Ia mengungkapkan, di masa awal pandemi pihaknya sedang di tengah-tengah penyelenggaraan pameran. Saat itu, pihak museum Keraton Yogyakarta harus bergerak cepat menyesuaikan dengan protokol kesehatan yang masih berubah-ubah.

“Sempat tutup museum, akhirnya buka lagi Juni,” imbuhnya.

“Kami perketat protokol kesehatan, supaya tidak hanya museum saja tapi UMKM di sekitar sana bisa terbantu. Sekarang kami memberanikan diri untuk memulai pameran lagi,” sambungnya.

Tahun lalu, pihak museum Keraton Yogyakarta sudah menggelar pameran di area pagelaran. Di era pandemi dibuat pameran dalam skala yang lebih kecil yakni di dalam Cepuri Keraton Yogyakarta.

GKR Bendara mengatakan dilakukan pembatasan pengunjung yang ketat dalam pameran tersebut. Satu rombongan hanya 10 orang dengan 1 guide. Grup berikutnya yang masuk harus berselang 10 menit.

BERITA REKOMENDASI

“Reaksi dari masyarakat cukup lumayan. Ada yang offline tapi ada juga yang online. Jadi campur. Ini berlangsung sampai 31 Januari 2021, setiap hari kecuali Senin tutup,” bebernya.

Saat ini, pameran yang sedang berlangsung bertajuk ‘Sang Adiwira, Sri Sultan Hamengku Buwono II’. Yang mana pameran tentang Sri Sultan Hamengku Buwono I telah diselenggarakan tahun lalu.

“Kami mengekspos bagaimana Sri Sultan Hamengku Buwono II sebelum menjadi sultan sampai setelah mengemban tugas,” terangnya. (Tribunjogja/Maruti Asmaul Husna)

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Saat Putri Keraton Yogyakarta Bicara tentang Keistimewaan Yogya di Masa Pandemi,.
Penulis: Maruti Asmaul Husna

Sumber: Tribun Jogja
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas