Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Lifestyle
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Dari Jualan Donat hingga Tawarkan Solusi Bisnis di Masa Pandemi

Setelah melewati pergulatan, akhirnya diputuskan untuk membuat menu baru, yakni roti rasa kopi, roti gembong dan sajian kopi kekinian.

Dari Jualan Donat hingga Tawarkan Solusi Bisnis di Masa Pandemi
Roti Kapiten
Kue donat 

Willem Jonata/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM - Roti Kapiten mungkin masih asing di telinga. Namun, brand kuliner tersebut dikenal dan punya banyak peminat di Banjarmasin dan Yogyakarta.

Orang di balik Roti Kapiten adalah Mokhamad Hadi dan Andro.

Mokhamad Hadi menceritakan awal mula berdirinya bisnis ini yang ia bangun bersama kawannya tersebut.

Mulanya, mereka berdua berniat membuat bisnis khusus donat. Segmentasi menengah yang kualitasnya setara dengan J.Co atau Dunkin Donuts.

Setelah melewati pergulatan, akhirnya diputuskan untuk membuat menu baru, yakni roti rasa kopi, roti gembong dan sajian kopi kekinian.

Tambahan menu yang belum banyak tersedia ini sebagai pembeda dengan bisnis donat lainnya.

"Saya cukup kenal lama dengan Andro yang memang jualan donat. Kebetulan saya mampir ke tokonya dan makan donat buatannya. Saya kaget, rasanya mirip donat J.Co. Akhirnya saya komparasikan donat Andro ini dengan J.Co. Rasa dan tekstur benar-benar mirip. Herannya lagi, teman saya ini jual donatnya cuma Rp 4 ribu satu bijinya," papar Mokhamad Hadi.

Sejak itu, insting bisnisnya mulai memanggil. Ia memberikan tawaran pada temannya, Indra, untuk mengembangkan usaha donatnya.

"Saya challenge dia untuk buat produk pendamping donat yang waktu itu adalah Roti Kopi, karena saya ingin orang datang ke gerai Roti Kapiten tidak hanya dapat donat saja atau roti kopi saja dan itu belum dimiliki oleh senior-senior kita. Tujuannya, supaya beda dan ada nilai tambah di banding yang sudah ada saja," tambahnya.

Latar belakang Mokhamad Hadi sendiri merupakan seorang pebisnis yang sudah menangani dari bisnis konsultan pendidikan, bisnis kesehatan, cafe dan rumah makan bebek.

Tak heran, pertemuannya dengan Indra menggelitik insting bisnisnya kembali.

"Yang menantang dari bisnis roti ini adalah takarannya pas. Begitu beda sedikit saja, entah itu air, susu, telur dan lainnya, akan langsung mengubah rasa dan tekstur. Berbeda dengan bisnis kuliner yang pernah saya pegang sebelumnya," jelas Mokhamad Hadi.

"Setelah melalui trial error yang cukup menantang, akhirnya kami menemukan pola agar produk Roti Kapiten ini bisa dinikmati orang sedunia dan siap dipasarkan dengan sistem kemitraan peluang bisnis," tambahnya.

Setelah mempersiapkan semuanya termasuk mengesahkan HAKI merek, akhirnya mereka berani mendirikan satu gerai.

Dibantu beberapa teman-teman, akhirnya mereka berhasil mendirikan PT Kapiten Kuliner Nusantara dengan merek Roti Kapiten.

Hingga saat ini, Roti Kapiten sudah memiliki 2 gerai dan satu rumah produksi di Yogyakarta serta satu gerai dan satu rumah produksi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Solusi di masa pandemi

Karena banyaknya permintaan, akhir tahun 2020 ini, Roti Kapiten mulai menawarkan kemitraan peluang bisnis waralaba.

Tujuannya, agar bisnis ini bisa jadi solusi bagi masyarakat yang terdampak pandemi. Selain itu juga agar kelezatan Roti Kapiten ini bisa dinikmati hingga ke seluruh dunia.

Menurut Mokhamad Hadi, konsep yang ditawarkan ini sangat cocok untuk semua kalangan, termasuk pemula.

Semua channel sales distribusi telah matang dan siap diduplikasikan ke mitra, mulai dari bantuan survey, rekrutmen karyawan, training center, digital marketing, ojek online dan channel reseller online.

"Jadi kita menyadari dampak pandemi ini mau enggak mau sistem online harus digalakkan, namun gerai yang on the spot juga harus ada sebagai titik distribusi. Mitra akan kita ajari manajemen gerai dan juga online digitalnya," jelas Mokhamad Hadi.

Kemitraan Roti Kapiten ini menawarkan empat paket kemitraan yakni Paket Kios Take Away RP 50 Juta, Paket Cafe Dine In dan Take Away Rp 150 juta, Paket Kios dan Rumah Produksi Rp 150 juta serta Paket Cafe dan Rumah Produksi Rp 250 juta.

Perbedaannya hanya pada alat yang didapatkan dan sistem pendukungnya.

ROTI KOPI memiliki dua paket menu andalan yang laris peminat, yakni Paket Es Kopi free 1 Roti Kopi dan 1 Roti Gembong free 1 Roti Kopi, masing-masing seharga RP 15 saja.

Dua paket ini lebih banyak dipesan oleh pelanggan untuk mengetahui nikmatnya menu Roti Kapiten lainnya bisa kunjungi Instagram @rotikapiten dan Facebook @rotikapiten.

Bila mengambil Paket Kios RP 50 juta, dengan empat produk unggulan dan target penjualan RP 2 juta seharinya, akan mendapatkan BEP kurang dari lima bulan. Tergiur mencoba? Mokhamad Hadi bisa Anda hubungi lewat 082111010003.

Ikuti kami di
Penulis: Willem Jonata
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas