Tribun Lifestyle

35 Kata Mutiara Abu Bakar Ash-Shiddiq Sahabat Rasulullah SAW tentang Kebaikan, Kesabaran, Kematian

Berikut kata mutiara ucapan Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu tentang kebaikan, kesabaran, hingga kematian.

Penulis: Citra Agusta Putri Anastasia
Editor: Sri Juliati
35 Kata Mutiara Abu Bakar Ash-Shiddiq Sahabat Rasulullah SAW tentang Kebaikan, Kesabaran, Kematian
Pexels.com
Ilustrasi - Berikut kata mutiara ucapan Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu tentang kebaikan, kesabaran, hingga kematian. 

TRIBUNNEWS.COM - Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu 'anhu adalah khalifah pertama dari empat khalifah di muka bumi yang diberi petunjuk (al-khulafa al-rasyidin).

Abu Bakar merupakan satu dari 10 sahabat yang dijamin surga oleh Allah subhanallahu wata'ala.

Beliau adalah salah seorang tokoh yang paling teguh imannya setelah para nabi dan rasul.

Dalam riwayat sahabat Ibnu Umar, beliau berkata:

"Kami (para sahabat) pernah menilai orang terbaik di zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka kami dapatkan yang terbaik adalah Abu Bakar Radhiyallahu anhu, kemudian Umar bin Khattâb Radhiyallahu anhu, kemudian Utsmân bin Affân, mudah-mudahan Allâh meridhai mereka semua“. [HR. al-Bukhari, no. 3655]

Hal itu juga diungkapkan oleh khalifah keempat, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu.

Baca juga: Doa Menyambut Bulan Rajab 2021 yang Dibaca Rasulullah, Lengkap dengan Artinya

Dalam sebuah riwayat, putra sang Amirul Mukminin, Muhammad bin Ali bin Abi Thalib, mengatakan:

Aku bertanya kepada ayahku, siapa orang terbaik setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , maka ia menjawab: Abu Bakar, aku pun bertanya lagi: Kemudian siapa setelah itu? Ia menjawab: Kemudian Umar, maka aku khawatir ia akan menjawab Utsman setelah itu, aku pun segera memotongnya: Kemudian engkau? Ia menjawab: Aku hanyalah seseorang dari kaum muslimin“. [HR. al-Bukhâri, no. 3671]

Bahkan, khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu, dalam suatu riwayat menyebutkan:

Seandainya keimanan Abu Bakar radliallahu ‘anhu ditimbang dengan keimanan penduduk bumi (selain para Nabi dan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam) maka sungguh keimanan beliau radliallahu ‘anhu lebih berat dibandingkan keimanan penduduk bumi”. (HR. Ishaq bin Rahuyah dalam Musnadnya, no. 1266 dan al-Baihaqi dalam Syu’abul iman, no. 36 dengan sanad yang shahih)

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas