Tribun Lifestyle

Pentingnya Psychological First Aid pada Anak Pascabencana

Beberapa contoh trauma pada anak pasca bencana adalah gangguan kecemasan, mudah panik, stres akut sampai depresi.

Editor: Willem Jonata
zoom-in Pentingnya Psychological First Aid pada Anak Pascabencana
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Badut yang tergabung dalam Yayasan Aku Badut Indonesia (ABI) menghibur anak-anak korban kebakaran di Kalibaru Barat, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (22/9/2020). Penyembuhan trauma atau trauma healing kepada anak-anak korban bencana penting dilakukan agar dapat tumbuh dengan baik. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Salah satu pokok bahasan penting yang disampaikan oleh Christina dalam paparannya adalah mengenai Psychological First Aid (PFA) bagi korban bencana.

Perempuan yang akrab disapa Ina ini menjelaskan bahwa PFA dibagi menjadi empat landasan yakni prepare, look, listen dan link.

“PFA itu dukungan praktis layaknya kotak obat darurat yang bisa digunakan orang awam untuk membantu sementara dalam penanganan korban pasca bencana agar lebih tenang dan aman.

Namun untuk tahap lanjutannya tetap harus ditangani oleh profesional yaitu psikolog atau dokter,” ujar Ina.

Adapun empat landasan PFA meliputi; Prepare yakni pengamatan situasi kemanan, gejala serta bantuan yang dibutuhkan korban.

Look adalah pendekatan sebagai pendengar aktif untuk membantu korban menenangkan diri. Listen diterapkan dengan memberikan akses layanan kesehatan, sementara Link dengn menghubungkan korban ke tenaga profesional sesuai kebutuhannya.

"Yang perlu digarisbawahi adalah jangan bertanya terlalu detail mengenai trauma yang dialami karena justru akan mentriger ingatan korban akan pengalaman bencana”.

Sebagai mitra pelaksana Webinar Pelatihan Psikososial dan Trauma Healing Bagi Tenaga Pendidik, Founder RGBK, Dr. Marjuki, M.pd pun menyambut positif antusiasme dari para guru. Dirinya berharap webinar ini dapat menjadi wadah awal untuk memfasilitasi pengembangan guru terutama dalam hal penanganan trauma pasca bencana.

“Para guru telah berada di majelis yang tepat. Melalui keterlibatan di webinar ini, para guru dapat memperoleh banyak manfaat tentang trauma healing bagi para anak didik di wilayah bencana dari para narasumer yang kompeten. Semoga kegiatan ini dapat dilakukan secara berkala agar transfer knowledge mengenai trauma healing bisa lebih luas lagi,” ungkapnya.

Tingkatkan Kemampuan Public Speaking Para Guru

Komitmen kepedulian terhadap para dunia pendidikan juga ditunjukan Satkaara dan RGBK lewat Webinar Public Speaking Itu Mudah! yang dilaksanakan pada Minggu, 11 April 2021 secara virtual melalui platform zoom. Public speaking merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap orang dan dibutuhkan dalam setiap bidang pekerjaan, termasuk oleh seorang guru.

Webinar ini diikuti oleh 150 guru SMP dan SMA terpilih dari seluruh Indonesia dan menghadirkan narasumber Ilham Ramdhana, Penyiar Prambors Radio & Founder @belajarradio, serta Iqbal Tawakkal, Brand Manager Prambors Radio.

Tidak hanya para guru, Satkaara juga mengimplementasikan kepedulian terhadap dunia pendidikan melalui “Program Donasi-Berbagi Buku, Berbagi Masa Depan”.

Untuk program ini, Satkaara menggandeng Kargo Baca sebagai penerima donasi yang akan mendisribusikan ke beberapa taman baca di Jabodetabek.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas