Tribun Lifestyle
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Fatayat NU Azerbaijan Ajak Perempuan Lintas Negara Meneladani Spirit Kartini

Pada 21 April diperingati sebagai Hari Kartini oleh perempuan Indonesia. Terkait hal itu, Fatayat NU Azerbaijan menggelar diskusi.

Fatayat NU Azerbaijan Ajak Perempuan Lintas Negara Meneladani Spirit Kartini
Fatayat NU Azerbaijan
Fatayat NU Azerbaijan gelar diskusi dalam safari Ramadan berkonsep piknik. Kegiatan itu dihadiri seorang jurnalis Azerbaijan Zhala Najafova, guru bahasa Inggris & entrepreneur asal Fizuli Azerbaijan Leyla Cabrayilova dan Belka Acevedo Lozano pegiat migas dan kebudayaan asal Peru Amerika Latin serta feminis laki-laki dari Kazakhstan Ascar Muzaffar dan Nguyen Van Cuong asal Vietnam. 

TRIBUNNEWS.COM - Pada 21 April diperingati sebagai Hari Kartini oleh perempuan Indonesia. Karenanya bulan April disebut pula bulannya emansipasi.

Terkait hal itu, Fatayat NU Azerbaijan menggelar diskusi dalam safari Ramadan berkonsep piknik. 

Turut hadir jurnalis Azerbaijan Zhala Najafova, guru bahasa Inggris & entrepreneur asal Fizuli Azerbaijan Leyla Cabrayilova dan Belka Acevedo Lozano pegiat migas dan kebudayaan asal Peru Amerika Latin serta feminis laki-laki dari Kazakhstan Ascar Muzaffar dan Nguyen Van Cuong asal Vietnam.

Mereka menyampaikan gagasan-gagasan Kartini yang dapat diaplikasikan di negara-negara lain, terutama Azerbaijan sebagai negara yang belum lama merdeka.

“Jika bicara masa kini, perempuan hebat saat adalah mereka yang bangga akan budaya bangsanya sendiri," kata Ketua Fatayat NU Azerbaijan Kholidah Tamami saat safari Ramadan belum lama ini.

Baca juga: Dokter Reisa Berbagi Tips Pentingnya Terapkan 3M, Agar Kartini Sehat Di Masa Pandemi

Tak hanya itu, kata Kholidah Tamami, perempuan harus mencintai tanah airnya dan berkomitmen untuk mengisi ruang kehidupan dengan niat yang tulus, usaha yang gigih serta doa yang tanpa berhenti.

Ia sangat mengapresiasi perempuan internasional yang ingin mengetahui perjuangan Kartini dan  mengajak perempuan internasional untuk bangga akan para pejuang emansipasi di negara mereka masing-masing.

Zhala Najabova dalam diskusi tersebut mengatakan, tahun 1918 dimana pendiri Republik Demokratik Azerbaijan Mammad Amin Rasulzadeh menganggap pembebasan seorang wanita Muslim sebagai salah satu isu terpenting dalam perjuangan pembebasan nasional umat Islam di dunia.

Baca juga: Hari Kartini, Liliana Tanoesoedibjo: Perempuan Indonesia Berperan Penting Didik Penerus Bangsa

"Statementnya yang menarik bahwa wanita muslim tidak boleh dipenjara pada saat wanita dari semua negara lain berpartisipasi dalam gerakan sosial-politik sejajar dengan pria, dengan demikian berkontribusi pada keberhasilan bangsa mereka," katanya.

RA Kartini
RA Kartini (WIKIMEDIA COMMONS/GPL FDL)

Lantas pandangan tersebut dipertegas dengan ditetapkannya asas persamaan, hak memilih dan dipilih dalam paragraf IV Deklarasi Kemerdekaan yang diadopsi oleh Republik Demokratik Azerbaijan pada 28 Mei 1918.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas