Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Lifestyle
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Saat Ustaz Maulana Bicara Ilmu Fiqih Mengenai Tempat Tidur untuk Istirahat

Dalam Islam, ada yang menjadi adab-adab tidur, ada tidur yang mendapatkan pahala saat seseorang mengikuti aturan atau adab tersebut.

Saat Ustaz Maulana Bicara Ilmu Fiqih Mengenai Tempat Tidur untuk Istirahat
ist
Ustaz Maulana 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dai kondang Ustaz Muhammad Nur Maulana mengatakan, seorang Muslim wajib mengenal halal haram sebuah produk yang digunakannya, karena hal tersebut menjadi bagian dari pada kesempurnaan ibadah.

"Dan menjadi syarat ibadah itu sendiri, yakni adanya halal ataupun haramnya. Maka itu penting, apalagi ketika sosok hamba mentaati ibaratnya melihat apakah ini halal dan haramnya adalah bentuk ketaatan dari perintah Allah. Bagaimana kalau mengamati jenis sat (kedudukan)-nya dan perolehannya, inilah bagian dari ibadah. Umat Islam harus lebih teliti dalam menggunakan produk atau apapun,” ujar Ustaz Maulana dalam keterangannya, Senin (10/5/2021).

Ustaz Maulana menjelaskan bagaimana menentukan halal haramnya sebuah produk yang kita gunakan.

“Pertama dilihat dari zatnya dulu, ini zatnya dari bahan apa yang digunakan. Jadi, apakah dia tidak menggunakan sesuatu yang diharamkan."

Kemudian cara atau prosesnya, apakah dia tidak melanggar syariat.

Baca juga: Cara Mengatasi Nyeri Leher Setiap Bangun Tidur, Ikuti Langkah Berikut Ini

"Dan yang ketiga adalah bentuk memperolehnya. Nah itu jadi ada tiga, jadi zatnya, prosesnya, dan cara memperolehnya. Apakah mencuri, atau dengan cara yang batil,” kata Maulana.

Berikutnya, mengenai pembuatannya.

Ustadz Maulana menjelaskan bahwa pada bagian ini perlu diperhatikan tingkat keamanannya.

“Jadi boleh saja mungkin halal tapi belum tentu toyyiban. Maka disebut halalan toyiban. Dan liat dulu, dia halal, tapi kadarnya, kadar ukurannya jangan sampai juga bisa membahayakan karena tingkat kadarnya dan cara pemanfaatannya,” tegasnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas