Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Lifestyle
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Arzeti Bilbina Harap BPOM Beri Label  Peringatan Konsumen pada Kemasan Plastik Mengandung BPA 

Tujuannya agar masyarakat dapat mencermati informasi yang tertera pada label kemasan plastik.

Arzeti Bilbina Harap BPOM Beri Label  Peringatan Konsumen pada Kemasan Plastik Mengandung BPA 
Wartakota/Nur Ichsan
RAPAT DENGAR PENDAPAT - Anggota Komisi IX DPR Arzeti Bilbina, memberikan penjelasan seputar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kepala B POM di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (29/1/2020). Rapat membahas tentang upaya reformasi tata kelola pengawasan obat dan makanan termasuk izin edar obat dan makanan yang menjadi kewenangan B POM, selain itu rapat juga mendengarkan penjelasan Kepala BPOM untuk penguatan fungsi penindakan guna efektifitas cegah tangkal fungsi intelijen dan penyidikan sebagaimana masukan dari Komisi IX DPR dan dan salah satu rekomendasi dari BPK RI. (Wartakota/Nur Ichsan) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Toni Bramantoro

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rupanya tentang bahaya BPA atau Bisphenol A, sudah menjadi perhatian banyak pihak.

Setelah Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait meminta kepada Badan POM untuk memberikan label peringatan konsumen pada kemasan plastik yang mengandung BPA.

Tujuannya untuk melindungi bayi dan balita Indonesia sebagai generasi penerus bangsa, dari paparan bahaya BPA.

Kali ini sikap yang sama disampaikan oleh Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Arzeti Bilbina.

Arzeti memberikan tanggapan dan ikut mendukung BPOM agar segera melebeli kemasan plastik yang mengandung BPA.

Baca juga: Ketua KPAI Aris Merdeka Sirait Himbau Emak-Emak di Seluruh Nusantara Tolak BPA

“Saya berharap BPOM  segera memfasilitasi info sehat untuk masyarakat agar lebih cerdas lagi dalam memilih makanan dan minuman  dalam kemasan plastik untuk menginfokan pelabelan dalam kemasan plastik yang mengandung zat berbahaya BPA (Bisphenol A)," ungkap Arzetti Bilbina.

Pendapat Arzetti Bilbina tentu bukan asal setuju. Seperti diketahui, beberapa bulan silam, Arzeti juga pernah menyampaikan pendapatnya terkait bahaya BPA. Yang juga dimuat di berbagai media daring.

Baca juga: Alert! Setiap Tahun Ada 67 Juta Ton Sampah Plastik

Sekadar mengingatkan, bahwa seiring dengan semakin berkembangnya informasi penelitian kesehatan internasional, dan kebijakan pelarangan atau pembatasan di beberapa negara, atas penggunaan kemasan plastik yang mengandung BPA.

Sebab, zat BPA dapat mempengaruhi kesehatan di kemudian hari, terutama pada usia rentan yaitu bayi, balita dan janin pada ibu hamil.

Halaman
123
Penulis: Toni Bramantoro
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas