Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Lifestyle
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Kampanye Local Pride Indonesia, Dorong Komunitas Kreatif Anak Muda Berkreasi

Banyak produk lokal mulai menarik perhatian publik. Sebab, mereka punya kualitas yang bisa dibanggakan. Soal harga juga bersaing.

Kampanye Local Pride Indonesia, Dorong Komunitas Kreatif Anak Muda Berkreasi
ist
Sepeda Kolaborasi Teguk Indonesia x Kreuz Bike Indonesia masih dalam proses produksi. 

TRIBUNNEWS.COM - Banyak produk lokal mulai menarik perhatian publik. Sebab, mereka punya kualitas yang bisa dibanggakan. Soal harga juga bersaing.

Satu contoh, sepeda lipat merek Kreuz, buatan anak muda Bandung. 

Sejak pandemi melanda, mereka kebanjiran pesanan. Termasuk pesanan dari Presiden Jokowi dan istrinya, Iriana Jokowi.

Yang jadi keunggulan sepeda tersebut, seluruh pengerjaan handmade dan melibatkan industri kecil rumahan. Kualitasnya tak kalah dengan produk impor.

Kreuz merupakan satu dari sekian banyak contoh.

Baca juga: Diajeng Lestari, Wonder Woman Startup yang Antar Para Desainer Lokal ke Kancah Global

Karena dasar itulah, Teguk, brand minuman kekinian di Indonesia, menggelar kampanye Local Pride, menggandeng komunitas kreatif anak muda sekaligus produk karya anak bangsa untuk berkreasi.

Maulana, CEO Teguk Indonesia merasa bangga bisa kolaborasi dengan karya anak bangsa yang value-nya yang tak kalah saing sama produk luar negeri.

"Tidak hanya berasal dari Komunitas kreatif seperti Doodle Art dan Fotografi, Teguk juga mengikut sertakan brand-brand ternama seperti Woodka, Start From The Bottom, dan Kreuz yang memiliki prestasi gemilang untuk brand lokal di Indonesia," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (28/7/2021).

Dikatakannya, yang menjadi salah satu alasan kebangkitan merek lokal mulai menarik perhatian publik adalah karena maraknya merek asing palsu dan inferior.

Itu, lanjut dia, yang membuat konsumen berpikir dua kali untuk membeli, bahkan jika membeli produk asli sudah dinilai buruk oleh konsumen lain.

Halaman
12
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas