Tribun Lifestyle

Cerita Edukasi Gizi dan Fakta Kental Manis Karya Guru-guru PAUD Dibukukan, Ini Harapan di Balik Itu

Edukasi mengenai gizi terus digalakkan oleh berbagai pihak untuk memenuhi hak anak mendapatkan nutrisi demi tumbuh kembangnya.

Editor: Willem Jonata
Cerita Edukasi Gizi dan Fakta Kental Manis Karya Guru-guru PAUD Dibukukan, Ini Harapan di Balik Itu
Shutterstock
Memenuhi asupan nutrisi si Kecil menjadi hal penting untuk imunitas, terutama di masa Pandemi. 

TRIBUNNEWS.COM – Edukasi mengenai gizi terus digalakkan oleh berbagai pihak untuk memenuhi hak anak mendapatkan nutrisi demi tumbuh kembangnya.

Termasuk edukasi yang menyibak fakta mengenai kental manis yang hingga saat ini masih dianggap sebagai susu.

Karena itu, Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) dengan Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI), melibatkan guru-guru PAUD dalam rangka edukasi untuk meningkatkan literasi gizi untuk masyarakat, melalui lomba penulisan cerita edukasi gizi dan fakta kental manis

Hingga akhir Juli lalu, terkumpul 142 cerita bermuatan edukasi gizi dan fakta kental manis ditulis oleh guru-guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Dari total tulisan yang terkumpul, telah terpilih 20 cerita terbaik untuk diseleksi dan dibukukan.

Juri yang menyeleksi, antara lain pegiat literasi Maman Suherman, senior editor dan penulis Harun Mahbub serta Ketua HIMPAUDI Prof. Dr. Ir. Netty Herawati M.Si.

Ketua HIMPAUDI Prof Dr Ir Netty Herawati MSi
Ketua HIMPAUDI Prof Dr Ir Netty Herawati MSi (capture zoom meeting)

Ketua HIMPAUDI Prof. Dr. Ir. Netty Herawati M.Si, mengatakan, banyak hal yang bisa ditulis sekaligus bisa menjadi media edukasi yang bermanfaat untuk anak didik.

Baca juga: Hilang Nafsu Makan Saat Positif Covid-19, Apa yang Harus Dilakukan untuk Penuhi Nutrisi?

Baca juga: Pentingnya Pemenuhan Nutrisi Ibu Menyusui

"Saya berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan menjadi model kegiatan edukasi dan literasi gizi yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelas Netty Herawati.

Pegiat Literasi Maman Suherman mengatakan, menulis berbasis data adalah hal yang paling penting buat pendidik.

Ilustrasi susu kental manis.
Ilustrasi susu kental manis. (iStock)

“Saya salut dengan peserta yang bisa menggali fakta dan data tentang kental manis dan kemudian menggabungkan ke dalam cerita fiksi bahkan fabel.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas