Tribun Lifestyle

BPOM Tindaklanjuti Aturan Tentang Kental Manis, YAICI Beri Apresiasi

Aturan yang dimaksud adalah PerBPOM No 31 Tahun 2018 tentang label pangan olahan, yang memuat 2 pasal yang atur penggunaan dan promosi kental manis.

Editor: Willem Jonata
BPOM Tindaklanjuti Aturan Tentang Kental Manis, YAICI Beri Apresiasi
net
Susu Kental Manis 

TRIBUNNEWS.CM - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) melakukan tindak lanjut terkait kental manis.

Aturan yang dimaksud adalah PerBPOM No 31 Tahun 2018 tentang label pangan olahan, yang memuat 2 pasal yang mengatur penggunaan dan promosi kental manis.

Pasal tersebut, yakni Pasal 54 yang memuat larangan produk kental manis digunakan sebagai pengganti ASI dan tidak untuk bayi sampai usia 12 bulan.

Sementara pasal 67 huruf W dan X memuat larangan berupa pernyataan atau visualisasi yang menggambarkan bahwa kental manis dan analognya disajikan sebagai hidangan tunggal berupa minuman susu dan sebagai satu-satunya sumber gizi.

Setelah lebih dari 2 tahun aturan tersebut disahkan, BPOM mulai terlihat serius memperhatikan persoalan ini.

Pada 5 Agustus 2021, BPOM diketahui menyelenggarakan sosialisasi pasal-pasal yang berkaitan dengan kental manis dalam PerBPOM No 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan tersebut.

Baca juga: BPOM akan Berikan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Merah Putih pada Semester Pertama Tahun 2022

Baca juga: Baru 6 Jenis Vaksin Covid-19 yang Mendapat Izin dari BPOM

Sosialisasi dihadiri oleh Balai Besar POM dari seluruh Indonesia, produsen dan industri serta juga LSM atau kegiatan kesehatan anak yang selama ini kerap menyuarakan persoalan kental manis. Salah satunya adalah YAICI.

Susu Kental Manis
Susu Kental Manis (net)

Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) menyampaikan apresiasi terhadap upaya BPOM.

“Baru kali ini kami melihat aksi nyata BPOM, mempertemukan antara BPOM, produsen dan juga masyarakat membahas apa sebenarnya yang menjadi persoalan dalam polemik kental manis. Ini adalah hasil dari advokasi yang dilakukan teman-teman aktivis, untuk itu kami juga berterima kasih kepada BPOM telah membawa persoalan ini ke ranah diskusi publik,” ungkap Yuli Supriati, Ketua Bidang Advokasi YAICI.

Baca juga: BPOM Siap Bahas Kembali Peraturan Terkait Susu Kental Manis

Lebih lanjut, Yuli mengatakan pihaknya tidak mengatakan bahwa BPOM tidak bekerja, hanya saja selama ini perhatian yang ditunjukkan BPOM hanya sebatas pernyataan normatif.

Halaman
12
Ikuti kami di
  Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas