Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Lifestyle
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Novel Salt to the Sea, Kisah Tragis Tenggelamnya Kapal Mewah Usai 33 Tahun Titanic Terkubur

Tak banyak yang tahu bahwa tiga puluh tiga tahun setelah Titanic terkubur di samudera, ada satu kapal mewah lain yang mengalami kejadian lebih tragis.

Novel Salt to the Sea, Kisah Tragis Tenggelamnya Kapal Mewah Usai 33 Tahun Titanic Terkubur
istimewa/Gramedia.com
Novel Salt to the Sea, Kisah Tragis Tenggelamnya Kapal Mewah Usai 33 Tahun Titanic Terkubur 

TRIBUNNEWS.COM - Ketika pertama kali film Titanic ditayangkan pada akhir tahun 1997, sambutan yang diterimanya begitu gegap gempita.

Para sineas memujinya sebagai sinema terbaik, karya terhebat, juga film yang dibuat dengan cerdas dan mengagumkan.

Tak tanggung-tanggung, 4 penghargaan Golden Globe dan 11 piala Oscar pun berhasil diboyong.

Baca juga: Serunya Belajar dari Komik Pendidikan, Yuk Dipilih, Juga Ada Format Ebook 

Baca juga: Novel Anak Seru, Pas Banget untuk Bacaan Saat Akhir Pekan di Rumah Saja

Belum lagi sederet penghargaan lainnya yang daftarnya terlalu panjang untuk disebutkan.
Tak ayal, kepopuleran itu membuat sejarah kapal Titanic dikenal cukup luas.

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa kapal mewah yang digadang-gadang mustahil tenggelam itu ternyata mengalami nasib buruk pada pelayaran pertamanya, hantaman ke gunung es membuatnya karam dan menewaskan 1.500 penumpang.

Baca juga: Sejarah Hari Ini, 15 April: Peristiwa Tenggelamnya Kapal Titanic

Peristiwa itu pun dianggap sebagai salah satu tragedi paling terkenal dalam sejarah dunia maritim.

Namun, tak banyak yang tahu bahwa tiga puluh tiga tahun setelah Titanic terkubur di samudera, ada satu kapal mewah lain yang mengalami kejadian serupa, bahkan dengan nasib yang jauh lebih tragis.

Ilustrasi Kapal Titanic
Ilustrasi Kapal Titanic (Flickr/Nan Fry)

Wilhelm Gustloff adalah kapal pesiar asal Jerman yang awalnya dijadikan arena berlibur bagi para pendukung Nazi.

Namun, di tengah kecamuk Perang Dunia II, kapal tersebut dialihfungsikan menjadi armada pembantu perang.

Hingga akhirnya, pada tahun 1945, Wilhelm Gustloff ditugaskan untuk mengangkut pengungsi dari Pelabuhan Gotenhafen di Prusia Timur ke Jerman.
Kisah tentang Wilhelm Gustloff jarang dicantumkan dalam buku-buku sejarah.

Halaman
123
Sumber: Gramedia
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas