Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Lifestyle
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Penerapan Mindful Parenting Efektif Ubah Kebiasaan Makan Anak yang Salah

Mindful parenting yaitu pola asuh orangtua dengan kesadaran penuh dalam memberi perhatian dan tak memberi penilaian negatif terhadap pengalaman anak.

Penerapan Mindful Parenting Efektif Ubah Kebiasaan Makan Anak yang Salah
THINKSTOCK.COM
Ilustrasi. 

TRIBUNEWS.COM - Keberhasilan parenting tidak hanya akan menentukan bagaimana masa depan anak kelak, namun juga masa depan bangsa.

Parenting atau pola pengasuhan anak sejak usia dini menjadi poin penting dalam setiap pembahasan tentang tumbuh kembang anak.

Terlebih, dalam beberapa tahun mendatang, Indonesia akan mengalami bonus demografi.

Dalam webinar parenting yang digelar virtual dan digagas Komunitas Menata Keluarga (eMKa) dan Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI), konsep mindful parenting disinggung.

Konsep tersebut dinilai efektif mengajarkan kebiasaan-kebiasaan baik pada anak sejak dini.

Melly Amaya Kiong, Founder Komunitas Menata Keluarga menjelaskan konsep Mindful Parenting fokus pada kesadaran orang tua dalam mengasuh anak.

Mindful parenting yaitu pola asuh orangtua dengan kesadaran penuh dalam memberikan perhatian dan tidak memberikan penilaian negatif terhadap pengalaman anak.

Baca juga: Semangat Influencer Parenting Uung Victoria Finky Kampanyekan ASI Eksklusif Didukung Para Artis

Baca juga: Punya 3 Anak, Inilah Gaya Parenting Kimbab Family yang Selalu Kompak

"Parenting dalam metode ini juga untuk menghindarkan orangtua dari stres yang diakibatkan pengasuhan (parenting stres), mampu menghargai pendapat dan tindakan anak, mampu melaksanakan peran sebagai orangtua, dan menjalin hubungan yang harmonis antara orangtua dan anak,” jelas Melly.

Metode Mindful Parenting ini juga efektif diterapkan untuk membiasakan anak dalam mengkonsumsi makanan dan minuman sehat.

“Contohnya saat anak minta es krim, ibu bisa tegaskan ‘mama kasih es krim karena kamu tidak batuk’, atau ‘karena kamu sedang batuk, mama tidak kasih es krim kali ini’, ini bisa diulang-ulang sehingga akhirnya anak paham dengan sendirinya. Cara-cara tidak menghakimi ini yang perlu orang tua terapkan untuk banyak aspek,” papar Melly.

Halaman
12
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas