Tribun Lifestyle

Ekspresi Diri Keoptimisan Saat Pandemi Lewat Mural di Tembok Utara Kompas Gramedia

Tujuh seniman lokal dilibatkan untuk menggambar mural di tembok utara kantor Kompas Gramedia (KG), Jakarta yang berlangsung dari 23-28 November 2021.

Penulis: Mohammad Alivio Mubarak Junior
Editor: Anita K Wardhani
Ekspresi Diri Keoptimisan Saat Pandemi Lewat Mural di Tembok Utara Kompas Gramedia
TRIBUNNEWS.COM/ALIVIO
Anak Muda Sedang Membuat Mural si Tembok Gedung Utara Kantor Kompas Gramedia, Jumat (26/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mohammad Alivio

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tujuh seniman lokal dilibatkan untuk menggambar mural di tembok utara kantor Kompas Gramedia (KG), Jakarta yang berlangsung dari 23-28 November 2021.

Pemural muda Indonesia ini menuangkan imajinasinya tentang Indonesia baru melalui tembok dengan panjang 110 meter dan tinggi tiga meter.

Beragam gambar dengan berbagai kreasi mural penuh makna sekaligus unik menunjukkan ekspresi para seniman akan keoptimisan hadapi pandemi covid-19.

"Ini adalah pesan yang ingin kita sampaikan lewat gambar. Pesannya ini sebuah harapan, optimis, dan bikin indah, kalau orang bilang semua terkena dampak Covid, sedikit mungkin harus bahagia," kata Muklay, satu di antara pemural kepada Tribunnews, Kamis (25/11/2021).

Baca juga: #RepaintIndonesia, 7 Pemural Tuangkan Imajinasi di Tembok Gedung Kompas Gramedia Sepanjang 110 Meter

Baca juga: Live KompasTV Daud Yordan Vs Rachata Khaophimai, Penonton Bisa Dapat Hadiah, Begini Caranya

Kegiatan ini digagas oleh Kepustakaan Populer Gramedia (KPG), Rekata Studio, dan KG Media, yang berkolaborasi dalam gerakan Repaint Indonesia.

Gerakan ini merupakan bentuk inisiatif kolaborasi kerja-kerja kebaikan demi terciptanya Indonesia yang lebih baik.

Di dalamnya bakal dilibatkan berbagai individu, kelompok, Pemerintah, maupun sektor swasta dalam berbagai kerja kebaikan melalui kebudayaan.

Adapun mural kenamaan seperti Muchlis Fachri (Muklay), Monez Gusmang, Mayumi Haryoto, dan Mohammad Taufiq (Emte), Bunga Fatia, Shane Tiara, dan WD Willy.

Goresan cat tembok dan semprotan pilox anak-anak muda itu sekaligus menjadi penanda awal gerakan kolaborasi kerja-kerja kebaikan bagi Indonesia.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas