Tribun Lifestyle

Natal 2022

Banyak Keluarga Jerman Tidak Punya Dekorasi Natal Populer Tahun Ini Gara-gara Sanksi Rusia

Produsen dekorasi Natal di negara bagian Saxony Jerman kemungkinan akan tutup karena sanksi yang diberlakukan terhadap kayu asal Rusia.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Anita K Wardhani
zoom-in Banyak Keluarga Jerman Tidak Punya Dekorasi Natal Populer Tahun Ini Gara-gara Sanksi Rusia
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Suasana dekorasi Natal. Produsen dekorasi Natal di negara bagian Saxony Jerman kemungkinan akan tutup karena sanksi yang diberlakukan terhadap kayu asal Rusia.TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, BERLIN - Produsen dekorasi Natal di negara bagian Saxony Jerman kemungkinan akan tutup karena sanksi yang diberlakukan terhadap kayu asal Rusia.

Perusahaan tersebut memiliki pesialisasi dalam pembuatan ornamen 'schwibbogen' atau lengkungan kayu berukir tradisional dengan tema Natal yang digunakan sebagai tempat lilin.

Baca juga: 4 Benda Dekorasi Natal di Rumah, Sederhana Namun Bikin Cantik Ruangan

Menurut laporan tersebut, perusahaan, yang telah memproduksi produk dekorasi selama 30 tahun itu, telah mengalami penurunan stok gudang sejak larangan Uni Eropa (UE) terhadap penggunaan kayu dan produk kayu asal Rusia mulai diberlakukan pada awal tahun ini.

Dikutip dari laman Russia Today, Selasa (6/12/2022), pemilik perusahaan, Katja Taulin, mengatakan bahwa perusahaannya biasanya membuat dekorasi sepanjang tahun.

Namun pekerjaan ini kini dilakukan hanya jika ada pesanan khusus, dan ia harus menaikkan harga karena kurangnya pasokan.

"Sejak musim panas, kami berhenti menerima kayu lapis birch Rusia, yang pangsa pasarnya sebelum sanksi adalah 93 persen. Seperti semua kolega kami, kami telah mencoba mencari tahu selama berbulan-bulan bagaimana kami dapat mengganti kayu Rusia dengan alternatif lain, namun itu tidak ada gunanya," kata Taulin.

Ia mencatat bahwa kualitas alternatif bahan baku pengganti kayu Rusia tidak sesuai.

Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, BUMN Diminta Ikut Jaga Stok Serta Harga Bahan Pokok

"Saya tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Sanksi ini merugikan kami dan negara kami," tegas Taulin.

Perlu diketahui, UE telah memberlakukan sanksi pada kayu Rusia sejak 9 April lalu, dengan masa transisi berlangsung hingga Juli untuk perusahaan yang kontrak impornya dan ditandatangani sebelum tanggal tersebut.

Pembatasan ini menyasar komoditas seperti kayu dan produk kayu, arang, pulp kayu, karton, serta furnitur kayu dan bagian furnitur.

Namun, menurut regulator kehutanan Rusia Roslesinforg, negara tersebut dapat terus menjual produk kayu ke UE melalui negara ketiga.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas