Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Lifestyle
LIVE ●

4  Gaya Pengasuhan Anak, Mana yang Paling Ideal?

Pemahaman terhadap gaya-gaya ini penting agar orangtua dapat menyesuaikan pendekatan mereka sesuai kebutuhan perkembangan anak

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in 4  Gaya Pengasuhan Anak, Mana yang Paling Ideal?
Pexels.com
ILUSTRASI PARENTING - Setiap orang tua tentu memiliki cara tersendiri dalam membesarkan anak. Namun, secara psikologis, pola pengasuhan sebenarnya dapat diklasifikasikan ke dalam empat gaya utama. Pemahaman terhadap gaya-gaya ini penting agar orangtua dapat menyesuaikan pendekatan mereka sesuai kebutuhan perkembangan anak. 

Gaya ini penuh kasih sayang, tapi hampir tanpa batasan.

Anak dibiarkan bebas tanpa kontrol yang jelas.

Akibatnya, anak berisiko tumbuh tanpa pemahaman terhadap tanggung jawab atau konsekuensi.

“Anak jadi terlalu bebas, akhirnya batasannya juga kurang,” tambahnya.
 
4. Neglectful (Abai)

Gaya ini minim kedisiplinan maupun kasih sayang.

Anak sering kali merasa diabaikan secara fisik maupun emosional.

Gaya ini umum terjadi pada orang tua yang sangat sibuk atau kurang terlibat dalam kehidupan anak.

Rekomendasi Untuk Anda

“Anak merasa tidak diperhatikan. Ini kadang dialami oleh anak-anak yang orang tuanya terlalu sibuk,” ungkap Adibah.

Baca juga: Irish Bella Konsultasi dengan Ahli Parenting Usai Bercerai, Minta Tips Mendidik Anak 


 Tidak Ada Gaya yang Mutlak, Fleksibilitas Tetap Dibutuhkan

Meski gaya autoritatif disebut sebagai pola yang paling ideal, Adibah mengingatkan bahwa tidak ada satu pendekatan yang cocok untuk semua situasi.

Orang tua harus fleksibel dan bisa menyesuaikan pendekatannya sesuai usia dan karakter anak.

“Keluarga itu tidak statis. Pola asuh bisa berubah tergantung situasi dan kondisi,” jelasnya.
 
Menurut Adibah, perbedaan gaya pengasuhan bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti: peran gender, misalnya ayah dianggap pendisiplin, ibu sebagai sosok emosional;  nilai dan keyakinan pribadi dan pola asuh dari orang tua sebelumnya.

“Misalnya seorang ayah tumbuh dengan gaya otoriter, tanpa sadar ia bisa menerapkan hal yang sama saat menjadi orang tua,” tambahnya.

Pentingnya Komunikasi  

Perbedaan pola asuh antara pasangan sering menimbulkan ketegangan dalam rumah tangga. 

Untuk itu, komunikasi menjadi kunci utama.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas