Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Tumbuh di Era Gadget, Ini Saran Mendidik Generasi Alpha Menurut Psikolog

Definisi generasi alpha merujuk pada bayi yang lahir pada tahun 2010 - 2024. Dan mereka tumbuh di era serba digital.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Tumbuh di Era Gadget, Ini Saran Mendidik Generasi Alpha Menurut Psikolog
Tribunnews.com/ Rina Ayu
MENDIDIK GEN ALPHA. Dalam acara Festival Anak Indonesia 2025 yang digelar oleh Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) di The Park Pejaten, Minggu (7/9/2025), psikolog Poppy Amalya membagikan tiga cara mendidik generasi ini dari sisi psikologis. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Lahir dan tumbuh di era serba digital membuat generasi Alpha memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda dari generasi sebelumnya.

Definisi generasi alpha merujuk pada bayi yang lahir pada tahun 2010 - 2024.

Dalam acara Festival Anak Indonesia 2025 yang digelar oleh Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) di The Park Pejaten, Minggu (7/9/2025), psikolog Poppy Amalya membagikan tiga cara mendidik generasi ini dari sisi psikologis.

“Anak-anak sekarang sejak lahir sudah akrab dengan teknologi seperti laptop, handphone, hingga smartwatch. Apalagi saat pandemi Covid-19, mereka belajar secara daring sejak dini,” ujar Poppy.

Baca juga: Generasi Beta, Julukan bagi Anak yang Lahir Mulai Tahun 2025, Ini Bedanya dengan Gen Z dan Gen Alpha

Berikut tiga pendekatan penting yang perlu dilakukan orang tua dan pengasuh dalam mendidik Generasi Alpha:

1. Bangun Koneksi Emosional Sejak Dini

Koneksi emosional yang kuat antara orang tua dan anak menjadi fondasi tumbuh kembang yang sehat.

Rekomendasi Untuk Anda

“Anak yang merasa aman dan dimengerti akan lebih percaya diri dan mampu mengelola emosinya,” jelas Poppy.

Hal ini bisa diwujudkan melalui hubungan yang positif dan suportif.

Orang tua disarankan untuk memberi perhatian penuh, memvalidasi perasaan anak, dan menjalin komunikasi yang terbuka serta penuh kasih.

2. Dengarkan Anak, Jangan Hanya Mengatur

Dalam menghadapi anak yang tantrum atau remaja yang sedang mencari jati diri, peran orang tua bukan sekadar mengontrol.

Temani dan dengarkan anak. Jangan langsung menghakimi atau menyalahkan.

Memberi ruang bagi anak untuk didengar akan membentuk kepercayaan dan kedekatan emosional yang lebih kuat.

3. Children See, Children Do

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas