Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Digendong! Ini Dampak Negatif yang Bisa Muncul

Sebagian orang tua masih memiliki kebiasaan memberi makan anak sambil digendong. Terutama ketika anak sulit duduk tenang di kursinya.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Digendong! Ini Dampak Negatif yang Bisa Muncul
Hasil olah AI Grook
ILUSTRASI ANAK. 

Ringkasan Berita:
  • Kebiasaan memberi makan anak sambil digendong lumrah dilakukan di Indonesia
  • Terapis Okupasi Anak mengkritik cara tersebut
  • Posisi makan sambil digendong membuat anak kesulitan mengontrol gerakan mulut dan rahang dengan baik 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang tua masih memiliki kebiasaan memberi makan anak sambil digendong, terutama ketika anak sulit duduk tenang di kursinya.

Padahal, kebiasaan ini dapat berdampak pada proses mengunyah dan membentuk pola makan yang kurang sehat di kemudian hari.

Terapis Okupasi Anak sekaligus Pendiri Occupational Child Development Center (OCDC), Mentari Puspa Dewi, S.Tr.Kes.OT, menjelaskan bahwa posisi makan anak, termasuk kebiasaan makan sambil digendong, bisa berpengaruh terhadap cara anak mengunyah dan fokus saat makan.

Baca juga: Kebiasaan Makan Tidak Teratur Bisa Ganggu Fungsi Hati

“Sudah pasti enggak efektif, karena lama-lama nanti dia akan membentuk habit ya. Jadi, lama-lama anak itu kalau masih kecil, makannya udah digendong,” ujar Mentari dalam acara Play-Doh Playdate: Menghidupkan Jajanan Anak dengan Kreativitas Tanpa Batas! di Lightbeam Center Bintaro, Tangerang Selatan, Kamis (16/10/2025). 

Menurutnya, posisi makan sambil digendong membuat anak kesulitan mengontrol gerakan mulut dan rahang dengan baik. 

Rekomendasi Untuk Anda

Hal ini dapat menghambat proses mengunyah dan membuat anak terbiasa makan sambil bermain atau berjalan.

“Nanti pasti akan berpengaruh pada proses dia mengunyah. Mengunyahnya jadinya nggak maksimal, udah pasti. Nanti makannya biasanya makannya sambil jalan-jalan,” jelasnya.

Selain itu, posisi makan seperti ini juga meningkatkan distraksi pada anak

Saat digendong, anak cenderung tidak fokus, apalagi jika lingkungan di sekitarnya ramai atau penuh interaksi sosial.

“Makanya anaknya kebiasaan jadinya ngemut makanannya. Karena dia juga pasti kalau dia digendong, dia akan banyak distraksi-nya ya. Jadi, dia akan lihat kemana, apalagi kalau ibu-ibu gendong, bawanya ke tetangga, mamanya ngobrol,” tutur Mentari.

Kondisi tersebut sering kali membuat anak sulit menelan makanan dengan benar. 

Akibatnya, anak menjadi terbiasa “ngemut” atau bahkan melepeh makanan yang ada di mulutnya.

“Ya, anaknya makannya pasti diemut biasanya. Nanti kalau diemut, pasti dia akan lepeh. Nah, itu lama-lama ngaruhnya kemana ya? Ke habit, ke kebiasaan proses makan,” katanya.

Mentari menekankan bahwa proses makan di usia dini merupakan fondasi penting bagi kebiasaan anak di masa depan. 

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas