Doa Menghindari Riya dalam Ibadah Agar Amal Tak Sia-sia
Doa menghindari riya dalam beribadah agar amal kebaikan tidak sia-sia dan tidak mendapat murka Allah SWT. Doa ini diambil dari hadis.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
TRIBUNNEWS.COM - Riya merupakan salah satu dosa besar yang disebut juga asy-syirk al-ashgar (syirik kecil).
Riya adalah dosa hati yang tidak terlihat oleh orang lain, namun sangat berbahaya.
Orang yang riya merasa haus perhatian dari orang lain, bahkan hal ini dapat terjadi pada orang yang beribadah dengan tujuan mengharap pujian orang lain.
Riya dalam beribadah ini dapat menjadikan ibadahnya sia-sia dan tidak mendapatkan pahala, seperti dijelaskan di laman Muhammadiyah.
Dalam riwayat, Rasulullah memperingatkan setiap muslim akan bahaya riya.
Diriwayatkan dari Mahmud bin Labid bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh yang paling aku takuti atasmu adalah asy-syirk al-ashgar. Sahabat bertanya: Apa asy-syirk al-ashgar itu wahai Rasulullah? Beliau bersabda: Riya. Allah ketika membalas perbuatan manusia pada hari kiamat berfirman: “Pergilah kepada mereka yang engkau riya untuk mereka di dunia, dan lihatlah apakah engkau mendapatkan balasan pada mereka”. (HR. Ahmad)
Rasulullah SAW berkata: “Maukah aku kabarkan kepada kalian sesuatu yang lebih tersembunyi di sisiku atas kalian daripada masih adDajjal?” berkata sahabat, “Apakah itu ya Rasulullah,” maka Rasulullah menjawab, “Yaitu syirkul khafi. Seseorang yang shalat, lalu memperindah shalatnya, karena ada orang yang memperhatikan shalatnya.” (HR.Ibnu Majah)
Dalam skripsi Riya' Menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar oleh Kiki Maharani Avrilia mahasiswi IAIN Bengkulu (2021), disebutkan doa menghindari riya.
Doa Menghindari Riya
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا نَعْلَمُهُ، وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نَعْلَمُهُ
Allāhumma innā na‘ūdzu bika an nusyrika bika syai’an na‘lamuh, wa nastaghfiruka limā lā na‘lamuh.
Artinya: “Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari mempersekutukan sesuatu dengan-Mu yang kami ketahui, dan kami memohon ampun kepada-Mu dari apa yang tidak kami ketahui.”
Baca juga: 7 Dampak Maksiat Menurut Ibnul Qayyim, Bisa Hilangkan Ilmu dan Rezeki
Doa tersebut diambil dari doa yang diajarkan Rasulullah SAW agar terhindar dari riya.
Dari Abu Musa al-'Asy'ari, berkata: Suatu hari Nabi SAW bersabda: "Hai manusia takutlah akan sanjungan (riya) karena itu lebih tertutup daripada merayapnya serangga bawah tanah." Kemudian, pada saat itu salah satu dari mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana kami mewaspadainya?" Beliau menjawab: "Ya Allah, kami berlindung kepada Engkau dari mempersekutukan sesuatu dengan-Mu apa yang kami ketahui dan kami memohon ampunan dari apa yang kami tidak ketahui." (HR. Ahmad)
Ciri-ciri Riya dalam Ibadah
Dalam skripsi Flexing Ibadah Dalam Perspektif Surah An-Nisa’ Ayat 142 (Studi Kasus Pada Jama’ah Masjid Ar-Rahman Kota Blitar) karya M. Hibatul Azizi mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim (2024), disebutkan beberapa ciri-ciri orang yang riya dalam ibadahnya.
1. Membicarakan ibadahnya kepada orang lain
Orang yang menceritakan kegiatan ibadahnya kepada orang lain dengan tujuan pamer dan ingin mendapat pujian, maka ia melakukan riya.
Hal ini termasuk riya karena ingin menunjukkan kepada orang lain bahwa ia adalah orang yang rajin beribadah dan ingin mendapat pengakuan orang lain bahwa ia orang yang shaleh/shalihah.
Baca tanpa iklan