Doa Menghindari Riya dalam Ibadah Agar Amal Tak Sia-sia
Doa menghindari riya dalam beribadah agar amal kebaikan tidak sia-sia dan tidak mendapat murka Allah SWT. Doa ini diambil dari hadis.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Orang yang kerap membagikan kegiatan ibadahnya di sosial media merupakan salah satu ciri riya dalam ibadahnya.
Sebaiknya, orang yang mengunggah kegiatan ibadahnya di media sosial memiliki niat syi'ar/memotivasi orang lain untuk lebih rajin beribadah.
3. Beribadah untuk tujuan tertentu
Seseorang yang beribadah untuk tujuan selain mengharap ridha Allah tidak akan mendapatkan pahala apa pun dari ibadahnya.
Misalnya orang yang berniat untuk sholat berjamaah hanya ketika masjid sedang ramai dan agar dilihat oleh orang lain.
4. Mengubah cara ibadah ketika ada orang lain
Ketika beribadah, seseorang yang riya biasanya mengubah cara beribadahnya saat ada orang lain.
Misalnya, seseorang yang awalnya sholat dengan gerakan yang cepat, tiba-tiba menjadi khusyu' ketika menyadari ada orang lain yang sholat di dekatnya.
Hal ini sama saja dengan beribadah untuk mendapat pujian orang lain, bukan ridha Allah SWT.
5. Tidak konsisten dengan ibadahnya
Seseorang yang riya dalam beribadah biasanya tidak konsisten dalam ibadahnya.
Ia mungkin mengerjakan sholat sunah ketika berada di tempat umum agar dilihat oleh orang lain, namun ketika sendirian ia tidak pernah melakukannya.
Contoh lainnya ketika seseorang yang jarang sholat tepat waktu, kemudian mengerjakan sholat di awal waktu ketika ada orang lain di sekitarnya demi mendapat pujian.
6. Mengungkit sedekah
Orang yang bersedekah dengan hati yang riya biasanya akan melakukannya untuk mendapat pujian dari orang lain.
Sedekah itu akan sia-sia jika diniatkan untuk riya, bukan mengharap ridha Allah SWT, maka amalan tersebut akan sia-sia.
Allah SWT memperingatkan agar manusia bersedekah dengan niat karena Allah SWT.
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena Riya’ (pamer kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari Akhir.” (QS. Al-Baqarah /2: 264)
Mereka juga dilarang menyebut-nyebut sedekahnya dan menyakiti perasaan di penerima, karena hal itu bisa menghilangkan pahala sedekah.
Baca tanpa iklan