Masuk Sekolah Terlalu Dini, Dokter IDAI Ingatkaan Dampak yang Bisa Dialami Anak
Sering kali muncul dari anggapan bahwa semakin dini anak belajar, semakin baik perkembangannya. Padahal, ada dampak lain.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Anita K Wardhani
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
Ringkasan Berita:
- Hasil kajian tumbuh kembang anak menunjukkan memulai sekolah formal terlalu dini berpotensi munculkan dampak tertentu.
- Perbedaan usia dalam satu kelas dapat berdampak pada perbedaan kematangan emosi dan perilaku.
- Anak yang lebih muda sering kali belum siap mengatur perhatian, mengontrol emosi, atau mengikuti aturan kelas secara konsisten.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Keinginan agar anak cepat masuk sekolah sering kali muncul dari anggapan bahwa semakin dini anak belajar, semakin baik perkembangannya.
Namun, hasil kajian tumbuh kembang anak menunjukkan bahwa memulai sekolah formal terlalu dini justru berpotensi menimbulkan dampak tertentu.
Baca juga: Bukan Cuma Bisa Baca Tulis, Ini 5 Dimensi Kesiapan Anak Masuk Sekolah yang Sering Terabaikan
Hal ini disampaikan Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. dr. Hesti Lestari, Sp.A, Subsp. TKPS(K), dalam seminar media yang membahas kesiapan anak bersekolah.
Ia menyoroti temuan jurnal yang menunjukkan adanya risiko perilaku pada anak yang masuk sekolah lebih muda dibandingkan rata-rata usia teman sebayanya.
“Kalau usia dimulai pada usia yang lebih muda dari rata-rata anak masuk sekolah, ada jurnal yang menyebutkan 50 persen lebih sering anak menjadi hiperaktif,” ungkap Dr. Hesti pada diskusi media virtual, Rabu (17/12/2025).
Perbedaan usia dalam satu kelas dapat berdampak pada perbedaan kematangan emosi dan perilaku.
Anak yang lebih muda sering kali belum siap mengatur perhatian, mengontrol emosi, atau mengikuti aturan kelas secara konsisten.
Selain itu, anak yang masuk sekolah terlalu dini juga berisiko mengalami kesulitan dalam aspek sosial.
Ia mungkin merasa tertinggal secara emosional dibandingkan teman-temannya, yang dapat memengaruhi rasa percaya diri dan kemampuan beradaptasi.
Pada anak perempuan, dampak jangka panjang juga menjadi perhatian.
Dari sisi fisik, kesiapan sekolah dini juga berkaitan dengan kondisi kesehatan anak.
Anak yang sering sakit, mengalami gangguan tidur, atau memiliki masalah nutrisi dapat kesulitan mengikuti aktivitas belajar secara optimal.
Baca tanpa iklan