Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Janji Manis Berujung Penipuan, Love Bombing Jadi Alarm Hubungan Daring

Modus ini kerap menyamar sebagai kisah cinta ideal, namun berujung pada kerugian finansial dan trauma emosional.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Erik S
zoom-in Janji Manis Berujung Penipuan, Love Bombing Jadi Alarm Hubungan Daring
Freepik.com/rawpixel.com
ILUSTRASI LOVE SCAMMING - Siasat penipuan dan pemerasan bermodus love scamming perlu diwaspadai. Scam atau scamming adalah penipuan yang bekerja dengan memanipulasi korban untuk mendapatkan keuntungan tertentu, biasanya uang. 

Ringkasan Berita:
  • Penipuan asmara dengan modus love bombing semakin marak di ruang digital dan menjerat korban lintas usia
  • Pelaku memanipulasi emosi melalui perhatian berlebihan dan janji masa depan, lalu berujung pada permintaan uang atau akses finansial
  • Data IASC mencatat ribuan kasus love scamming dengan kerugian puluhan miliar rupiah, sehingga kewaspadaan publik menjadi kunci pencegahan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penipuan asmara dengan modus love bombing kian marak di ruang digital dan menjerat korban lintas usia serta latar belakang. 

Modus ini kerap menyamar sebagai kisah cinta ideal, namun berujung pada kerugian finansial dan trauma emosional.

Love bombing merupakan pola manipulasi psikologis ketika pelaku memberikan perhatian berlebihan, pujian intens, serta janji masa depan dalam waktu singkat untuk membangun kedekatan emosional secara instan.

Setelah kepercayaan korban terbentuk, pelaku mulai memanfaatkan situasi tersebut, umumnya dengan meminta uang atau akses finansial.

Baca juga: Pengakuan Yoshi Sudarso, Pernah Love Bombing karena Terpengaruh Film Romantis

Fenomena ini menjadi perhatian Detektif Jubun, pendiri Aman Sentosa Investigation Agency (ASIA), yang telah lebih dari 16 tahun menangani kasus perselingkuhan, penipuan asmara, hingga pencarian orang hilang.

Ia menegaskan bahwa love bombing bukanlah bentuk cinta yang sehat.

Rekomendasi Untuk Anda

“Cinta yang sehat tidak terburu-buru. Dalam love bombing, kedekatan emosional dipercepat secara tidak wajar untuk menurunkan kewaspadaan korban,” ujar Jubun.

Pola Umum Penipuan Love Bombing

Menurut Jubun, sebagian besar kasus berawal dari perkenalan melalui media sosial atau aplikasi kencan.

Pelaku biasanya membangun citra meyakinkan dengan mengaku sebagai profesional sukses, duda atau janda, atau bekerja di luar negeri.

Dalam hitungan hari atau minggu, mereka sudah berbicara soal cinta, pernikahan, hingga rencana hidup bersama.

FENOMENA LOVE BOMBING - Penipuan asmara dengan modus love bombing kian marak di ruang digital dan menjerat korban lintas usia serta latar belakang.Detektif Jubun, pendiri Aman Sentosa Investigation Agency mengatakan, modus ini menyamar sebagai kisah cinta ideal, namun berujung pada kerugian finansial dan trauma emosional
FENOMENA LOVE BOMBING - Penipuan asmara dengan modus love bombing kian marak di ruang digital dan menjerat korban lintas usia serta latar belakang.Detektif Jubun, pendiri Aman Sentosa Investigation Agency mengatakan, modus ini menyamar sebagai kisah cinta ideal, namun berujung pada kerugian finansial dan trauma emosional (HO/IST/Istimewa/HO)

Tahap berikutnya adalah penciptaan krisis fiktif, seperti masalah bisnis, biaya kesehatan, pajak, atau tawaran investasi mendesak.

“Polanya konsisten: korban dibuat merasa istimewa, lalu diminta membantu secara finansial. Setelah itu, permintaan terus berulang,” katanya.

Ia menambahkan, korban terbanyak berada pada rentang usia 30–55 tahun, meski laki-laki juga tidak luput menjadi sasaran.

Banyak Korban Tak Langsung Melapor

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas