Kuwait Siaga Perang! Mendadak Aktifkan Pertahanan Udara Saat Konflik AS-Iran Meledak
Kuwait siaga perang! Sistem pertahanan udara diaktifkan usai ancaman rudal dan drone muncul saat konflik AS-Iran kembali memanas.
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Nuryanti
Ringkasan Berita:
- Kuwait langsung mengaktifkan sistem pertahanan udara setelah mendeteksi ancaman rudal dan drone di tengah memanasnya konflik terbaru antara Amerika Serikat dan Iran.
- Ketegangan dipicu serangan udara AS ke fasilitas militer Iran di Bandar Abbas, yang kemudian dibalas IRGC dengan menyerang pangkalan udara Amerika di kawasan Teluk.
- Konflik Iran-AS memicu kekhawatiran global karena mengancam keamanan Selat Hormuz, jalur utama perdagangan minyak dunia, hingga membuat harga minyak melonjak tajam.
TRIBUNNEW.COM - Kuwait mengumumkan telah mengaktifkan sistem pertahanan udara menyusul ancaman rudal dan drone pasca konflik Amerika Serikat dan Iran kembali pecah.
Hal itu diungkap langsung oleh militer Kuwait yang mengatakan bahwa sistem pertahanan udara negara itu langsung siaga penuh setelah mendeteksi ancaman udara yang dianggap bermusuhan.
Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui platform X, angkatan bersenjata Kuwait menyebut ledakan yang terdengar di beberapa wilayah berasal dari sistem pertahanan udara yang sedang mencegat target di udara.
Meski tidak menjelaskan secara detail dari mana ancaman tersebut berasal, situasi itu terjadi hanya beberapa jam setelah Iran dan Amerika Serikat kembali terlibat dalam eskalasi militer baru di kawasan Teluk.
Posisi Kuwait yang berada dekat kawasan konflik membuat negara itu langsung meningkatkan status keamanan nasional.
Kuwait diketahui menjadi lokasi sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat yang digunakan untuk operasi militer di Timur Tengah. Karena itu, ancaman rudal dan drone yang terdeteksi langsung memicu aktivasi sistem pertahanan udara.
Militer Kuwait memastikan bahwa sistem intersepsi berhasil mencegat sejumlah target sebelum mencapai wilayah sensitif.
Meski belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan besar, suara ledakan yang terdengar di beberapa kawasan sempat memicu kepanikan warga.
Pemerintah Kuwait juga terus memantau perkembangan situasi mengingat konflik Iran dan Amerika Serikat berpotensi meluas ke negara-negara Teluk lainnya.
Ketegangan di Picu Serangan Baru AS ke Iran
Mengutip dari CNBC International, ketegangan yang baru-baru ini meletus bermula ketika militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap fasilitas militer Iran di dekat Bandar Abbas, wilayah strategis Iran yang berada di sekitar Selat Hormuz.
Baca juga: Harga Minyak Melonjak Brutal! Serangan Rudal Iran ke Pangkalan AS Jadi Pemicu Kepanikan Dunia
Menurut pejabat militer AS, target tersebut dianggap membahayakan pasukan Amerika dan jalur pelayaran internasional karena diduga menjadi pusat aktivitas drone militer Iran.
Washington menyebut operasi itu sebagai tindakan defensif untuk melindungi keamanan maritim internasional di Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sebagian besar perdagangan minyak dunia.
Serangan tersebut langsung memicu respons keras dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita Tasnim, pada Kamis dini hari (28/5/2026) IRGC mengaku telah menyerang pangkalan udara Amerika Serikat sebagai balasan atas serangan yang dilakukan di luar bandara Bandar Abbas.
Iran juga memperingatkan bahwa jika serangan Amerika kembali terjadi, maka respons militer Teheran akan jauh lebih besar dan lebih tegas.