Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Sains: Periode Paling Melelahkan dalam Hidup Datang Setelah Seseorang Berusia 40 Tahun

Para peneliti telah menemukan kalau periode paling melelahkan dalam hidup kita datang setelah kita berusia 40 tahun.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Sains: Periode Paling Melelahkan dalam Hidup Datang Setelah Seseorang Berusia 40 Tahun
Freepik
PERIODE MELELAHKAN - Gambar Ilustrasi. Penelitian menunjukkan kalau periode paling melelahkan dalam hidup datang setelah seseorang berusia 40 tahun. 

Sains: Periode Paling Melelahkan dalam Hidup Datang Setelah Seseorang Berusia 40 Tahun

Ringkasan Berita:
  • Para ilmuwan mengatakan masa-masa paling melelahkan dalam hidup kita tiba ketika kita berusia 40 tahun.
  • Terjadi perubahan fisik, stres, masalah hormonal, kurang tidur, kekuatan otot yang rendah, namun beban kerja terus meningkat.

 

TRIBUNNEWS.COM - Semua orang yang mengeluh selalu lelah, minggir dulu.

Menurut sains, hanya orang-orang yang saat ini berada di dekade tertentu dalam hidup mereka yang berhak mengatakan demikian. 

Para peneliti telah menemukan kalau periode paling melelahkan dalam hidup kita datang setelah kita berusia 40 tahun.

Pada usia ini, meskipun tubuh tidak semuda saat usia 20-an, tuntutan hidup masih sangat tinggi.

Baca juga: Tanda Pembesaran Prostat Jinak Usia 40 Tahun ke Atas, Jika Dibiarkan Berujung Susah Kencing

Anda masih memiliki anak untuk dibesarkan dan pekerjaan yang harus dilakukan.

Rekomendasi Untuk Anda

Jadi Anda harus melakukan semuanya, tetapi tidak dalam kondisi terbaik.

Menurut Profesor Michelle Spear, seorang ahli anatomi dari Universitas Bristol, ini bukan hanya tentang bertambah tua, tetapi terkait dengan beberapa perubahan biologis kecil yang terjadi bersamaan.

Dia mengatakan kepada Daily Mail kalau "kelelahan paruh baya" ini adalah hasil dari "ketidaksesuaian antara biologi dan tuntutan".

Sang profesor mengatakan, meskipun tubuh kita masih memproduksi energi pada usia ini, prosesnya tidak sama seperti pada usia 20-an.

Proses tersebut terjadi "dalam kondisi yang berbeda dibandingkan pada masa dewasa awal, sementara tuntutan terhadap energi tersebut seringkali mencapai puncaknya."

Namun, Profesor Michelle Spear menyatakan ketidakseimbangan biologis ini, yang menguras energi seseorang, hanya bersifat sementara.

"Tetapi hal itu cukup untuk membuat kita merasa lelah dan lesu, lebih dari waktu lain dalam hidup kita," katanya. 

Spear menambahkan bahwa pada usia 40-an, kita mengalami perubahan seluler.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas