Mengenal Apa Itu Lebaran Ketupat dan Filosofinya
Mengenal lagi Lebaran Ketupat dengan tradisi makan bersama dan saling bersilaturahmi pada 8 Syawal atau sepekan setelah 1 Syawal.
Penulis:
Suci Bangun Dwi Setyaningsih
Editor:
Febri Prasetyo
Ringkasan Berita:
- Lebaran Ketupat dilaksanakan sepekan sesudah 1 Syawal (Hari Raya Idul Fitri).
- Ketupat merupakan makanan khas Lebaran yang dihidangkan dengan lauk berkuah atau bersantan.
- Bukan sekadar makanan, ketupat bagi orang Jawa memiliki makna simbolis, "Kupat dapat berarti ku-ngaku pat-lepat."
TRIBUNNEWS.COM - Sepekan setelah Idul Fitri, sebagian masyarakat merayakan Lebaran Ketupat dengan tradisi makan bersama dan saling bersilaturahmi.
Biasanya Lebaran Ketupat dilaksanakan sepekan sesudah 1 Syawal (hari raya Idul Fitri), tepatnya pada 8 Syawal.
Tahun ini masyarakat Jawa merayakan Lebaran Ketupat pada Sabtu (27/3/2026) atau 8 Syawal 1447 H. Hal ini mengacu pada keputusan Pemerintah yang menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu (21/3/2026).
Namun, jika masyarakat merayakan Idul Fitri pada Jumat (20/3/2026), Lebaran Ketupat dilaksanakan hari ini, Jumat (27/3/2026).
Ketupat merupakan makanan yang menjadi ciri khas Lebaran, dihidangkan dengan lauk berkuah atau bersantan.
Bukan sekadar makanan, ketupat rupanya memiliki makna filosofi bagi masyarakat, khususnya di Jawa.
Makna dan Filosofi Ketupat
Dikutip dari situs gorontalo.kemenag.go.id, Lebaran Ketupat berakar dari budaya Jawa Tondano (Jaton).
Diteliti oleh N. Huda (2014), tradisi ini adalah potret akulturasi yang harmonis.
Secara filosofis, ketupat harus melewati proses "direbus" dalam air mendidih untuk mencapai kematangannya.
Meski di luar terasa panas, bagian dalamnya tetap putih bersih dan padat (solid).
Baca juga: Resep Membuat Sambal Goreng Ati Kentang, Hidangan Pelengkap saat Lebaran Hari Raya Idul Fitri 2026
Hal itu mengajarkan kita bahwa di tengah dinamika zaman, kita harus tetap "putih" di dalam hati dan prinsip. Kita diharapkan semakin bermanfaat bagi sesama umat.
Dikutip dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Blora, nama ketupat memiliki makna simbolis, khususnya bagi orang Jawa Tengah.
Ketupat bagi orang Jawa memiliki makna simbolis, "Kupat dapat berarti ku-ngaku pat-lepat."
Maksudnya, ngaku lepat (mengaku kesalahan) baik kesalahan yang dilakukan secara kasar (nyata/disengaja) maupun yang halus (tidak kelihatan/tidak disengaja)"
Baca tanpa iklan