Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Mengenal Apa Itu Lebaran Ketupat dan Filosofinya 

Mengenal lagi Lebaran Ketupat dengan tradisi makan bersama dan saling bersilaturahmi pada 8 Syawal atau sepekan setelah 1 Syawal.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Mengenal Apa Itu Lebaran Ketupat dan Filosofinya 
SURYA/HABIBUR ROHMAN
KULIT KETUPAT - Jelang "Lebaran Ketupat" yang berlangsung sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri 2026 (1447 H) pedagang di kawasan Pasar Keputran mulai menawarkan daun kelapa (janur) dan ketupat siap isi, Kamis (26/3/2026). Mengenal Lebaran Ketupat dengan tradisi makan bersama dan saling bersilaturahmi pada 8 Syawal atau sepekan setelah 1 Syawal. 

Ringkasan Berita:
  • Lebaran Ketupat dilaksanakan sepekan sesudah 1 Syawal (Hari Raya Idul Fitri).
  • Ketupat merupakan makanan khas Lebaran yang dihidangkan dengan lauk berkuah atau bersantan.
  • Bukan sekadar makanan, ketupat bagi orang Jawa memiliki makna simbolis, "Kupat dapat berarti ku-ngaku pat-lepat."

 

TRIBUNNEWS.COM - Sepekan setelah Idul Fitri, sebagian masyarakat merayakan Lebaran Ketupat dengan tradisi makan bersama dan saling bersilaturahmi.

Biasanya Lebaran Ketupat dilaksanakan sepekan sesudah 1 Syawal (hari raya Idul Fitri), tepatnya pada 8 Syawal.

Tahun ini masyarakat Jawa merayakan Lebaran Ketupat pada Sabtu (27/3/2026) atau 8 Syawal 1447 H. Hal ini mengacu pada keputusan Pemerintah yang menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu (21/3/2026).

Namun, jika masyarakat merayakan Idul Fitri pada Jumat (20/3/2026), Lebaran Ketupat dilaksanakan hari ini, Jumat (27/3/2026).

Ketupat merupakan makanan yang menjadi ciri khas Lebaran, dihidangkan dengan lauk berkuah atau bersantan.

Rekomendasi Untuk Anda

Bukan sekadar makanan, ketupat rupanya memiliki makna filosofi bagi masyarakat, khususnya di Jawa.

Makna dan Filosofi Ketupat 

​Dikutip dari situs gorontalo.kemenag.go.id, Lebaran Ketupat berakar dari budaya Jawa Tondano (Jaton). 

Diteliti oleh N. Huda (2014), tradisi ini adalah potret akulturasi yang harmonis. 

​Secara filosofis, ketupat harus melewati proses "direbus" dalam air mendidih untuk mencapai kematangannya. 

Meski di luar terasa panas, bagian dalamnya tetap putih bersih dan padat (solid). 

Baca juga: Resep Membuat Sambal Goreng Ati Kentang, Hidangan Pelengkap saat Lebaran Hari Raya Idul Fitri 2026

Hal itu mengajarkan kita bahwa di tengah dinamika zaman, kita harus tetap "putih" di dalam hati dan prinsip. Kita diharapkan semakin bermanfaat bagi sesama umat.

Dikutip dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Blora, nama ketupat memiliki makna simbolis, khususnya bagi orang Jawa Tengah.

Ketupat bagi orang Jawa memiliki makna simbolis, "Kupat dapat berarti ku-ngaku pat-lepat."

Maksudnya, ngaku lepat (mengaku kesalahan) baik kesalahan yang dilakukan secara kasar (nyata/disengaja) maupun yang halus (tidak kelihatan/tidak disengaja)"

KULIT KETUPAT - Jelang
KULIT KETUPAT - Jelang "Lebaran Ketupat" yang berlangsung sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri 2026 (1447 H) pedagang di kawasan Pasar Keputran mulai menawarkan daun kelapa (janur) dan ketupat siap isi, Kamis (26/3/2026). Mengenal Lebaran Ketupat dengan tradisi makan bersama dan saling bersilaturahmi pada 8 Syawal atau sepekan setelah 1 Syawal. (SURYA/HABIBUR ROHMAN)
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas