Doa Niat Ihram Haji dan Umrah, Pembuka Ibadah di Tanah Suci Baitullah
Jemaah haji dan umrah dapat membaca niat haji/umrah ketika mulai berihram. Berikut doa dan sunah serta larangan selama ihram.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Nuryanti
Atau,
نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهَا لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitul ‘umrata wa ahramtu bihā lillāhi ta‘ālā
Artinya: “Aku berniat umrah dan berihram karena Allah Ta’ala.”
Sunah-sunah Ihram
Ketika hendak berihram, jemaah haji atau umrah dapat mengamalkan hal-hal sunah sebagai berikut:
- Mandi;
- Memakai wangi-wangian pada tubuhnya;
- Memotong kuku dan merapikan jenggot, mencukur rambut ketiak dan rambut kemaluan;
- Memakai kain ihram yang berwarna putih (utamanya laki-laki);
- Salat sunah ihram dua raka'at.
Ketentuan Pakaian Ihram
Jemaah pria memakai dua helai kain ihram.
Satu kain disarungkan dan satu kain lainnya diselendangkan di kedua bahu dengan menutup aurat.
Saat ia tawaf, disunahkan memakai kain ihram dengan cara idhtiba' (إضطباع) yaitu menyingkap bahu kanan dengan cara meletakkan kain ihram di bawah ketiak kanan dan menyampirkannya ke atas bahu kiri sehingga bahu kanan terbuka.
Jemaah perempuan memakai pakaian yang menutup seluruh tubuh kecuali muka dan kedua tangan dari pergelangan tangan sampai ujung jari (kaffain), baik telapak tangan maupun punggung tangan.
Ketika seseorang telah mengenakan pakaian ihram, ia diharamkan melakukan perbuatan dosa dan kemaksiatan, baik terhadap sesama manusia, hewan, tumbuhan, maupun terlebih kepada Allah.
Perbuatan seperti rafats, fusuq, jidal, serta berburu di tanah haram dilarang karena dapat mengalihkan hati dari kesadaran akan kesetaraan seluruh makhluk di hadapan Tuhan.
Hakikat kehambaan yang sempurna hanya dapat terwujud ketika manusia mampu menundukkan ego dan kesombongannya.
Salah satu bentuk kesombongan sering tampak dari cara berpakaian, di mana orang kaya memakai pakaian mewah dan orang miskin berpakaian sederhana.
Melalui pakaian ihram, manusia diajarkan untuk menghapus perbedaan sosial dan menyadari bahwa pada akhirnya semua berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya.
Larangan Selama Ihram
- Bagi jemaah laki-laki:
- Memakai pakaian bertangkup (pakaian yang antar ujung kain disatukan secara permanen seperti celana atau baju, baik dengan cara dijahit, diikat, direkatkan atau cara lainnya)
- Memakai kaos kaki atau sepatu yang menutupi mata kaki dan tumit
- Menutup kepala yang melekat seperti tpoi, peci, sorban
- Bagi jemaah perempuan:
- Menutup kedua telapak tangan dengan kaos tangan;
- Menutup muka dengan cadar.
- Bagi jemaah laki-laki maupun perempuan:
- Memakai wangi-wangian kecuali yang sudah dipakai di badan sebelum niat haji/umrah;
- Memotong kuku dan mencukur atau mencabut rambut dan bulu badan;
- Memburu dan menganiaya/membunuh binatang dengan cara apa pun, kecuali binatang yang membahayakan mereka;
- Memakan hasil buruan;
- Memotong kayu-kayuan dan mencabut rumput;
- Menikah, menikahkan atau meminang perempuan untuk dinikahi;
- Bersetubuh dan pendahuluannya seperti bercumbu, mencium, merayu yang mendatangkan syahwat;
- Mencaci, bertengkar mengucapkan kata- kata kotor; atau
- Melakukan kejahatan dan maksiat;
- Memakai pakaian yang dicelup dengan bahan yang wangi.
Hal yang Diperbolehkan saat Ihram
- Membunuh binatang buas atau yang membayakan, misalnya kalajengking, tikus, ular, anjing buas, gagak, nyamuk, lalat;
- Mandi;
- Menyikat gigi;
- Berbekam;
- Memakai minyak angin, balsem, yang dimaksudkan untuk pengobatan;
- Memakai kacamata, jam tangan, cincin, ikat pinggang;
- Bernaung di bawah payung, mobil, tenda dan pohon;
- Membuka tangan dan kaki bagi wanita ketika berwudhu di tempat wudhu perempuan;
- Mencuci dan mengganti kain ihram;
- Menggaruk kepala dan badan;
- Menyembelih binatang ternak yang jinak dan binatang buruan laut;
- Memakai perhiasan bagi wanita.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan