Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Doa Setelah Tawaf Putaran 1 hingga 7, Waktu Mustajab Memohon kepada Allah

Waktu setelah tawaf ifadah yaitu mengelilingi Ka'bah 7 kali adalah waktu mustajab untuk berdoa kepada Allah SWT. Berikut doa setelah tawaf.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Doa Setelah Tawaf Putaran 1 hingga 7, Waktu Mustajab Memohon kepada Allah
Tribunnews.com
DOA SETELAH TAWAF - Gambar dibuat di Be Funky dan Paint, Rabu (22/4/2026). Waktu setelah tawaf ifadah yaitu mengelilingi Ka'bah 7 kali adalah waktu mustajab untuk berdoa kepada Allah SWT. Berikut doa setelah tawaf. 

Ringkasan Berita:
  • Tawaf adalah ibadah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran di Masjidil Haram dengan posisi Ka’bah di sebelah kiri.
  • Tawaf ifadah adalah bagian dari rukun haji yang menentukan sahnya haji.
  • Setelah tawaf ifadah, jemaah dianjurkan berdoa di Multazam, tempat mustajab untuk memohon kepada Allah.
  • Selain itu, ada tawaf wada’ sebagai tawaf perpisahan sebelum meninggalkan Makkah.

TRIBUNNEWS.COM - Setiap jemaah haji wajib memenuhi rukun haji, termasuk tawaf ifadah, yaitu mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali.

Tawaf ifadah juga diwajibkan dalam rangkaian ibadah umrah dan merupakan bagian dari rukun haji/umrah.

Ibadah haji dimulai dengan ihram atau niat berhaji di miqat, yaitu waktu dan tempat yang diwajibkan untuk memulai rangkaian ibadah haji.

Kemudian, jemaah akan wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah, mulai dari tergelincirnya matahari hingga fajar pada 10 Dzulhijjah.

Pada saat wukuf, jemaah haji mengisi waktunya dengan berdoa, berzikir, membaca Al-Qur’an, serta memohon ampun kepada Allah SWT.

Wukuf tidak harus selalu berdiri, tetapi bisa dilakukan dengan duduk, berdiri, atau dalam kondisi apa pun selama berada di Arafah.

Rekomendasi Untuk Anda

Setelah wukuf, jemaah haji melakukan tawaf ifadah dengan mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali.

Pada setiap putaran, jemaah membaca doa tawaf putaran pertama hingga ke tujuh.

Tawaf dimulai dari arah Hajar Aswad dan berakhir di titik yang sama, dengan posisi Ka’bah berada di sebelah kiri jemaah. 

Saat memulai, jemaah menghadap Hajar Aswad, lalu mengangkat tangan sambil membaca “Bismillāhi wallāhu akbar”. 

Baca juga: Doa Tawaf Putaran 1 hingga 7 untuk Ibadah Haji dan Umrah

Setelah itu, tangan kanan dikecup, kemudian jemaah mulai berjalan mengelilingi Ka’bah dengan posisi Ka’bah tetap di sebelah kiri.

Setelah Tawaf, jemaah haji dapat membaca doa sebagai berikut ini yang dikutip dari buku Doa dan Dzikir Haji dan Umrah 1447 H/2026 M oleh Kementerian Haji dan Umrah.

Doa Setelah Tawaf

اللَّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ سِرِّي وَعَلَانِيَتِي فَاقْبَلْ مَعْذِرَتِي وَتَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَمَا عِنْدِي فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي وَتَعْلَمُ حَاجَتِي فَأَعْطِنِي سُؤْلِي، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيمَانًا يُبَاشِرُ قَلْبِي وَيَقِينًا صَادِقًا حَتَّى أَعْلَمَ أَنَّهُ لَنْ يُصِيبَنِي إِلَّا مَا كَتَبْتَ لِي وَالرِّضَا بِمَا قَضَيْتَ عَلَيَّ

Allahumma innaka ta‘lamu sirrii wa ‘alaaniyatii faqbal ma‘dziratii, wa ta‘lamu maa fii nafsii wa maa ‘indii faghfir lii dzunuubii, wa ta‘lamu haajatii fa a‘thinii su’lii. Allahumma innii as’aluka iimaanan yubaasyiru qalbii wa yaqiinan shaadiqan hattaa a‘lama annahu lan yushiibanii illaa maa katabta lii, war-ridhaa bimaa qadhaita ‘alayya.

اللَّهُمَّ يَا رَبَّ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ أَعْتِقْ رِقَابَنَا وَرِقَابَ آبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَإِخْوَانِنَا وَأَوْلَادِنَا مِنَ النَّارِ يَا ذَا الْجُودِ وَالْكَرَمِ وَالْفَضْلِ وَالْمَنِّ وَالْعَطَاءِ وَالْإِحْسَانِ، اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَاقِفٌ تَحْتَ

Allahumma yaa rabbal-baytil ‘atiiq, a‘tiq riqaabanaa wa riqaaba aabaa’inaa wa ummahaatinaa wa ikhwaaninaa wa awlaadinaa minan-naar, yaa dzal-juudi wal-karam wal-fadhl wal-mann wal-‘athaa’ wal-ihsaan. Allahumma ahsin ‘aaqibatanaa fil-umuuri kullihaa wa ajirnaa min khizyid-dunyaa wa ‘adzaabil-aakhirah. Allahumma innii ‘abduka wabnu ‘abdika waaqifun taht.

يَا رَبِّ بِعِزَّتِكَ مُلْتَجِئٌ مُتَذَلِّلٌ بَيْنَ يَدَيْكَ أَرْجُو رَحْمَتَكَ وَأَخْشَى عَذَابَكَ يَا قَدِيمَ الْإِحْسَانِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْفَعَ ذِكْرِي وَتَضَعَ وِزْرِي وَتُصْلِحَ أَمْرِي وَتُطَهِّرَ قَلْبِي وَتُحَسِّنَ رَجَائِي وَتُثَبِّتَ فِي قَلْبِي يَقِينِي وَتَغْفِرَ لِي ذَنْبِي وَأَسْأَلُكَ الدَّرَجَاتِ الْعُلَى مِنَ الْجَنَّةِ، آمِينَ

Yā Rabbi bi‘izzatika multaji’un mutadzallilun baina yadaika arjū raḥmataka wa akhsyā ‘adzābaka yā qadīmal iḥsān, Allāhumma innī as’aluka an tarfa‘a dzikrī wa taḍa‘a wizrī wa tuṣliḥa amrī wa tuṭahhira qalbī wa tuḥassina rajā’ī wa tuthabbita fī qalbī yaqīnī wa taghfira lī dzanbī wa as’alukad darajātal ‘ulā minal jannah, āmīn.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas