Tiga Faktor yang Bikin Wajah Cepat Keriput dan Kendur
Kerutan, kulit kendur, atau wajah yang mulai kehilangan bentuk kerap dikira hanya disebabkan bertambahnya usia. Benarkah? Ini kata dokter.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Anita K Wardhani
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
Ringkasan Berita:
- Kerutan, kulit kendur, atau wajah yang mulai kehilangan bentuk kerap dikira hanya disebabkan bertambahnya usia.
- Menurut dokter estetika, proses penuaan kulit ternyata tidak sesederhana itu.
- Umur bukan satu-satunya penyebab kulit mengalami penuaan lebih cepat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang menganggap kerutan, kulit kendur, atau wajah yang mulai kehilangan bentuk hanya disebabkan bertambahnya usia.
Padahal, proses penuaan kulit ternyata tidak sesederhana itu.
Baca juga: Anggun C Sasmi Unggah Wajah Tanpa Riasan: 51 Tahun Tanpa Botox, Aku Merangkul Keriput
Faktor genetik, paparan lingkungan, hingga kebiasaan sehari-hari disebut ikut berpengaruh besar terhadap cepat atau lambatnya perubahan pada kulit.
Dokter estetika profesional sekaligus founder dr. Belle Aesthetic Clinic, dr. Catherine Soebroto, Dipl. CIBTAC mengatakan, usia memang faktor yang tidak bisa dihindari, tetapi bukan satu-satunya penyebab kulit mengalami penuaan lebih cepat.
"Selain usia, kalau usia udah pasti kita semakin tua kita masih aging gitu. Kedua sebenernya adalah genetik," ujar dr. Catherine dalam konferensi pers Galderma x dr Belle Clinic: PLLA SCA What Skin That FeelsLoke You Again di Pondok Indah Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2026).
Genetik Bisa Pengaruhi Kondisi Kulit
Menurut dr. Catherine, faktor keturunan memiliki pengaruh cukup besar terhadap kondisi kulit seseorang.
Genetik bukan hanya menentukan warna kulit atau bentuk wajah, tetapi juga bisa memengaruhi kecenderungan kulit mengalami masalah tertentu, termasuk tanda penuaan lebih cepat.
Baca juga: Cuaca Panas Bikin Kulit Mudah Keriput, Hindari Skincare yang Mengandung Bahan Ini
Ia menjelaskan, kondisi kulit orang tua sering kali bisa menjadi gambaran risiko yang mungkin muncul di masa depan.
Misalnya, bila orang tua mengalami kulit kendur lebih cepat atau memiliki masalah kulit tertentu, anak bisa memiliki kecenderungan serupa.
Namun, kondisi tersebut bukan berarti harus diterima begitu saja.
"Jadi biasanya kita lihat dari orang tua kita. Kalau orang tua kita aging dari usianya itu udah level tua. Biasanya orang tua kita udah seperti itu. Makanya kalau kita lihat orang tua kita, kita tuh bisa mencegah sebenernya," jelasnya.
Karena itu, memahami riwayat keluarga dinilai penting agar seseorang bisa mulai melakukan langkah pencegahan lebih awal.
Paparan Matahari Disebut Jadi Musuh Kulit
Selain faktor keturunan, paparan lingkungan juga disebut menjadi penyebab besar penuaan kulit.
Paparan sinar matahari dan radiasi ultraviolet (UV) menjadi faktor yang paling sering ditemui dalam keseharian.
Dr. Catherine mengingatkan, sinar matahari yang diterima kulit setiap hari dapat mempercepat munculnya garis halus, kulit kusam, hingga elastisitas yang berkurang.
Karena itu, perlindungan kulit dari sinar matahari dinilai menjadi kebiasaan penting yang tidak boleh diabaikan.
"Makanya jangan lupa pakai sunblock. Ke mana-mana pakai sunblock. Orusi dan lain-lain, UP, papanan UP yang tinggi tuh bener-bener penyebab aging nomor satu," katanya.
Jangan Pasrah dengan Proses Penuaan
Menurut dr. Catherine, banyak orang terlalu cepat menyerah ketika mengetahui faktor genetik berpengaruh terhadap kondisi kulit.
Padahal, saat ini banyak langkah preventif yang bisa dilakukan untuk memperlambat perubahan pada kulit.
Ia menilai, mengenali faktor risiko justru bisa menjadi peluang untuk mulai menjaga kulit lebih dini.
Selain perlindungan terhadap sinar matahari, pola hidup sehari-hari dan kebiasaan merawat diri juga ikut berperan dalam menentukan kualitas kulit jangka panjang.
Karena itu, ia mengingatkan agar masyarakat tidak hanya fokus pada usia sebagai penyebab utama.
Penuaan memang proses alami, tetapi kecepatan perubahan pada kulit bisa dipengaruhi banyak hal yang sebenarnya masih dapat diantisipasi sejak awal.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.