Benarkah Gubernur Jatim Khofifah Tolak Jadi Cawapres Anies Baswedan ?
Muncul kabar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa tolak jadi Cawapres Anies Baswedan, benarkah ?
Penulis: Theresia Felisiani
"Hal ini sesuai dengan point 4 piagam kesepakatan partai yang telah ditandatangani oleh tiga ketua partai koalisi," ucapnya.
Khofifah memang belakangan digadang-gadang akan menjadi cawapres pendamping Anies.
Selain Khofifah, muncul nama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid.
NasDem Ingin Cawapres Anies Tokoh NU Jawa Timur
Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai NasDem, Ahmad Ali menginginkan bakal calon wakil presiden (cawapres) pendamping Anies Baswedan adalah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur.
"Kalau menurut kami ya idealnya itu mengambil orang Jawa Timur, darah NU," kata Ali saat dihubungi, Jumat (21/7/2023).
Ali mengatakan prinsip Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) dibangun adalah untuk menang.
Semua wilayah terlemah buat Anies itu kan adalah Jawa Timur dan Jawa Tengah kan begitu
"Kalau dari NasDem prinsip koalisi itu dibentuk untuk pemenangan Pemilu kan," ujarnya.
Karenanya, dia mendorong cawapres Anies dari kalangan NU Jawa Timur. Sebab, pada daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah elektabilitas Anies lemah.
"Semua wilayah terlemah buat Anies itu kan adalah Jawa Timur dan Jawa Tengah kan begitu," ucap Ali.
Ali pun menegaskan cawapres mantan Gubernur DKI Jakarta itu harus bisa membantu kemenangan di daerah Jawa.
"Jadi kalau mau ingin menang, kan begitu toh. Tapi kalau mau sekedar ingin maju ambil saja sembarang, kan gitu kan," ungkapnya.
Baca juga: Setelah Manuver Antar Jemput di Bandara, Kemesraan Anies-AHY Berlanjut di Bogor
Hanya saja, dia tak mengungkapkan sosok tokoh NU yang tepat untuk mendampingi Anies di 2024.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.