Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pernyataan PDIP usai Prabowo-Gibran Resmi Daftar KPU Jadi Capres-Cawapres 2024

Pernyataan PDIP mengenai hubungan Presiden Jokowi dan Megawati usai Gibran resmi menjadi cawapres Prabowo Subianto.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Rifqah
Editor: Suci BangunDS
zoom-in Pernyataan PDIP usai Prabowo-Gibran Resmi Daftar KPU Jadi Capres-Cawapres 2024
Tribunnews/Mario Christian Sumampow
Bakal capres cawapres KIM, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka tiba di KPU untuk daftar sebagai peserta Pilpres 2024, Rabu (25/10/2023) - Pernyataan PDIP mengenai hubungan Presiden Jokowi dan Megawati usai Gibran resmi menjadi cawapres Prabowo Subianto. 

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) 2024, Rabu (25/10/2023).

Lantaran hal tersebut, dikabarkan bahwa hubungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan PDI Perjuangan (PDIP) retak, karena putra sulungnya itu hingga kini masih tercatat menjadi kader PDIP meskipun sudah resmi mendampingi Prabowo.

Menanggapi persoalan itu, politikus senior PDIP sekaligus mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Pramono Anung memberikan pernyataan, bahwa kabar tersebut tak benar.

Pramono menegaskan, hubungan Presiden Jokowi dan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri baik-baik saja.

"Ah hubungan baik-baik saja, saya saja cerah ceria," kata Pramono usai menghadiri pelantikan pejabat negara di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, (25/10/2023).

Kendati demikian, Pranowo tak menjawab dengan tegas, apakah Presiden Jokowi dan Megawati sudah berkomunikasi usah Gibran menjadi cawapres Prabowo.

"Ya pokoknya hubungannya baik-baik saja, cerah ceria, dan rumor yang beredar itu sudah engga benerlah," tegasnya.

Baca juga: Maung Antar Prabowo-Gibran ke KPU, Prabowo: Tanda Tekad Kami Bawa Indonesia Jadi Negara Makmur 

Rekomendasi Untuk Anda

Mengenai rencana pertemuan Presiden Jokowi dan Megawati usai Gibran menjadi cawapres Pranowo ini, Pramono hanya mengatakan bahwa hal tersebut merupakan urusan partai.

"Ah itu urusan partai, saya Sekretaris Kabinet, urusannya di sini," katanya.

Senada dengan Pramono, politikus PDIP Yasonna Laoly juga menyatakan, bahwa hubungan Presiden Jokowi dan Megawati masih baik-baik saja.

Majunya Gibran menjadi cawapres Prabowo itu, dikatakan Yasonna, tidak memengaruhhi hubungan keduanya.

"Enggak (terpengaruh), baik-baik saja saya kira. Enggak ada masalah," ucap Yasonna di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu.

Dalam hal ini, Yasonna berpendapat, bahwa Gibran mempunyai hak untuk mengikuti kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

"Ya silakan itu hak, Gibran untuk maju dalam kontestasi ini," kata Yasonna.

Yasonna Bicara soal Status Gibran di PDIP

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly  dalam acara Breakfast Briefing AALCO yang digelar di Jakarta (2/10/2023) - Pernyataan PDIP mengenai hubungan Presiden Jokowi dan Megawati usai Gibran resmi menjadi cawapres Prabowo Subianto.
Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly  dalam acara Breakfast Briefing AALCO yang digelar di Jakarta (2/10/2023) - Pernyataan PDIP mengenai hubungan Presiden Jokowi dan Megawati usai Gibran resmi menjadi cawapres Prabowo Subianto. (Istimewa)
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas