Sejumlah Pakar Kritik Program Makan Gratis Rp400 T Prabowo-Gibran
Trubus mengatakan, kalaupun Prabowo-Gibran terpilih pada 2024, program makan gratis tersebut hanya akan berjalan untuk jangka waktu yang pendek.
Penulis:
Ibriza Fasti Ifhami
Editor:
Acos Abdul Qodir
Lebih lanjut, ia menjelaskan, di negara-negara lain, dana untuk pemberian makan gratis bersumber dari pajak. Hal tersebut menurutnya, bisa dilakukan karena pajak yang tinggi.
"Ya iya kan orang enggak usah kerja aja, diam. Ya kalau di luar negeri kan memang dikasih makan tapi kan dari pajak, pajaknya tinggi. Nah kita (Indonesia) kan enggak," jelas Agus.
"Terus orang diam aja tahu-tahu dikasih makan, yang korupsi jalan terus. Ya enak sekali, yang korupsi enggak diapa-apain, yang melarat dikasih makan gratis, dikasih bansos, ya enggak benar lah," tuturnya.
Sebagai informasi, program makan siang gratis dikampanyekan pasangan capres dan cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Program tersebut diestimasi membutuhkan biaya senilai Rp400 triliun.
Baca tanpa iklan