Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ganjar Pranowo Dengar Curhat Perajin Ukiran Jepara soal Kemudahan Akses Permodalan

Ganjar Pranowo menyapa  para perajin ukir di Desa Blimbingrejo, Nalumsari, Jepara, Jawa Tengah, Selasa (2/1/2024).

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Ganjar Pranowo Dengar Curhat Perajin Ukiran Jepara soal Kemudahan Akses Permodalan
Tribunnews.com/Rahmat W. Nugraha
Ganjar Pranowo kunjungi Desa Blimbingrejo, Nalumsari, Jepara, Jawa Tengah, Selasa (2/1/2024). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rahmat W Nugraha

TRIBUNNEWS.COM, JEPARA - Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, menyapa  para perajin ukir di Desa Blimbingrejo, Nalumsari, Jepara, Jawa Tengah, Selasa (2/1/2024).

Dalam kesempatan itu, Ganjar menyerap aspirasi dari perajin ukir yang mengeluhkan soal akses permodalan.

Para perajin ukir berharap Ganjar dapat memperbaiki kondisi ekonomi sehingga kejayaan Jepara yang dijuluki Kota Ukir kelas dunia dapat kembali bangkit.

Selama ini, menurut pengakuan para perajin, akses permodalan-lah yang selalu menjadi kendala untuk kegiatan produksi.

Selama ini pengerajin hanya mendapatkan bantuan permodalan dari program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan plafon yang beragam.

“Makanya perlu bantuan modal dari lainnya. Ini rata-rata permodalannya yang kurang. Kalau cuma Rp 5 juta, Rp 10 juta, Rp 15 juta diberikan bertahap sudah habis buat bayar pekerja sama beli kayu. Jadi tidak bisa menjual, ya kita berhenti. Kalau pakai KUR sudah mentok,” ujar salah seorang perajin kepada Ganjar.

Baca juga: Perang Udara Kian Masif Jelang Pilpres 2024, Ini Peta Kekuatan Capres dan cawapres di Medsos

Rekomendasi Untuk Anda

Alasan tambahan modal tersebut disebabkan karena adakalanya konsumen dalam jumlah yang banyak akan tetapi kurang akibat tidak bisa membeli bahan baku.

Alhasil kebutuhan pesanan konsumen tidak bisa dipenuhi.

“Kita tidak bisa Pak Ganjar karena terbentur modal,” tegas perajin.

Jumlah perajin ukir mebel di Blimbingrejo mencapai 100 orang dengan rata-rata perajin punya 5-10 pekerja.

Padahal dari teknik pemasaran, para perajin sudah mengandalkan metode online melalui media sosial seperti Facebook ataupun whatsApp.

Ada bagian yang memasarkan, ada yang bagian produksi.

Mendapat curhat dari para perajin tersebut, Ganjar langsung meresponnya dengan cepat.

“Langsung sat set aja. Tolong kelompoknya diinventarisir biar diklasifikasi jumlah modalnya,” ujarnya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Atas