TKN: Cetakan Dunia Pendidikan Indonesia Harus Sesuai dengan Kebutuhan Industri Ekonomi Potensial
sebagian besar anak muda yang baru pertama kali mencari kerja, juga membutuhkan waktu lebih dari setahun untuk mendapatkan pekerjaan
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Wahyu Aji
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Komandan Fanta Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo - Gibran, Dedek Prayudi mengatakan berdasarkan data dari International Labour Organization (ILO) dan Badan Pusat Statistik (BPS), menyebutkan sebagian besar orang Indonesia bekerja tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan dan pelatihan yang mereka miliki.
Menurutnya, sebagian besar anak muda yang baru pertama kali mencari kerja, juga membutuhkan waktu lebih dari setahun untuk mendapatkan pekerjaan pertamanya.
"BPS bilang penyumbang terbesar pengangguran itu adalah lulusan SMK. Jadi kemudian, setelah didalami lagi kami melihat bahwa di sini ada ketidakcocokan cetakan dunia pendidikan Indonesia dengan kebutuhan industri potensi ekonomi," kata Dedek saat dikonfirmasi, Minggu (10/12/2023).
Dirinya menyebut pasangan Prabowo - Gibran berupaya untuk meningkatkan kualitas dari lapangan kerja.
Dengan harapan anak muda, milenial dan Gen Z tidak hanya sekedar bekerja, tapi memiliki kualitas berdasarkan karakteristiknya masing-masing.
Dedek pun menyebut membangun sekolah unggul yang terintegrasi dengan dunia usaha dan industri di setiap kabupaten/kota.
Menurutnya hal ini bisa jadi kunci mengatasi masalah pengangguran anak muda, milenial dan Gen Z. Sehingga tidak ada lagi pemusatan tenaga kerja di satu kabupaten atau kota tertentu.
"Artinya apa? Kabupaten dan kota itu adalah kunci, karena mereka lah yang punya potensi ekonomi di masing-masing daerah. Kalau tidak begini, akan terjadi pemusatan tenaga kerja di daerah-daerah padat, sedangkan daerah yang ditinggalkan tak terurus ekonominya," ungkapnya.
Dalam Asta Cita, kata Dedek, hilirisasi yang dimulai oleh era Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan dilanjutkan dengan industrialisasi agar lapangan kerja tersedia di daerah.
Baca juga: Timnas AMIN: Pertumbuhan Ekonomi Tinggi, Tapi Tidak Kurangi Angka Pengangguran
"Jadi inti strateginya adalah, mengawinkan industri, ketenagakerjaan, dan pendidikan. Karena ketiganya ini selama ini masih bergerak masing-masing, dan kami akan menggerakkan ketiga sektor ini ke arah yang sama," kata Dedek.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.